Monday, 25 Jan 2021


Wedang Tahu Bu Sukardi, Lembut, Enak, Dan Berkhasiat….

Ibu Sukardi bersama wedang tahu-nya.

WartaKita.org – Setiap pagi, Ibu Sukardi menyiapkan sari kedelai yang sudah direndam sejak kemarin sore untuk dibersihkan dan diolah, sambil menyiapkan kuah dari jahe dan rempah-rempah lainnya untuk dijadikan bahan membuat Wedang Tahu. Setelah persiapan selesai, Ibu Sukardi langsung menuju ke tempat dia berjualan.

Alasan utama Ibu Sukardi memilih untuk berjualan wedang tahu karena usaha ini belum banyak ditemukan di Yogyakarta. Prospek yang dihasilkan juga bagus dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Menurutnya, asal usul wedang tahu itu dibawa oleh imigran dari China. Namun nama wedang tahu di setiap daerah juga berbeda-beda. Di Yogyakarta dinamakan Wedang Tahu, di Surabaya dinamakan Tahwa, di Solo namanya Tahok, di Jakarta dan kota lainnya namanya Kembang Tahu.

“Wedang tahu ini terbuat dari sari kedelai yang berwarna putih mirip seperti tahu. Lalu disirami dengan kuah jahe dan rempah lainnya sehingga disebut wedang. Khasiat wedang tahu ini sangat banyak. Untuk orang dewasa, bisa mengusir masuk angin dan menjaga stamina. Untuk ibu hamil, bisa menyehatkan bayi, kulitnya jadi putih, dan rambutnya jadi tebal,” paparnya.

Ibu Sukardi tetap menjaga kualitas dari wedang tahunya tersebut. Caranya dengan tidak menggunakan pengawet dan pemanis, serta menjaga bahan-bahan tetap fresh sebelum membuka lapaknya.

Semangat bisnis yang dimiliki Ibu Sukardi sangat besar, sehingga hampir setiap hari penjualan wedang tahunya habis tak bersisa.

“Namanya orang jualan kan tidak pasti. Kalo misalnya belum habis ya kita undur sampai jam 12.00. Kalau masih belum habis tinggal satu, dua, atau tiga porsi, kita bungkus, lalu kita kasihkan orang di jalan. Ya, sambil bersedekah,” terangnya sembari menyiapkan pesanan pelanggan.

Untuk satu porsi wedang tahu dibanderol dengan harga Rp 7.000. Warung Ibu Sukardi buka dari pukul 06.30 sampai 11.00 WIB.

Sampai saat ini, Ibu Sukardi sudah memiliki 3 cabang penjualan. Pusatnya berada di Jalan Kranggan nomor 75, Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Sedang cabang pertama berada di Pasar Bakpia Pathuk yang buka setiap pagi. Dua cabang lainnya berada di depan Mirota Kampus Godean dan di Jalan Pramuka, Umbulharjo. (Enggal Dika Puspita, Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *