Monday, 23 Nov 2020


Warga Klaten Selatan Dukung ABY-HJT, Darmadi: Awasi Kades, Jangan Takut Intimidasi

Harjanta (HJT) saat mengukuhkan Kordes se Klaten Selatan, Rabu (18/11/2020) malam.

WartaKita.org – Warga dari 12 desa dan kelurahan di Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten nomor urut 3, Arif Budiyono (ABY) – Harjanta (HJT) di Rumah Makan Spesial Kremes Topten, Perumahan Banyu Anyar, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan pada Rabu (18/11/2020) malam.

Deklarasi Tim Pemenangan Pasangan ABY-HJT ini dihadiri warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, perwakilan parpol pengusung dan pendukung, warga PDIP, dan relawan.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan Koordinator Desa (Kordes) se Klaten Selatan oleh calon Wakil Bupati Klaten Harjanta (HJT).

Harjanta (HJT) dalam orasi politik menyatakan, selama 15 tahun belakangan ini Kabupaten Klaten mengalami stagnasi alias tidak ada kemajuan. Dan bahkan, Klaten mengalami kemunduran di berbagai bidang. Klaten menjadi salah satu kabupaten miskin dan korup di Indonesia.

“Apakah hal seperti ini akan kita biarkan? Kalau kita ingin perubahan, maka pilihlah pasangan nomor 3. Kita dukung dan kita menangkan pasangan ABY-HJT dalam Pilkada Klaten 2000 ini,” ajaknya.

HJT mengajak para relawan untuk berjuang bersama-sama dalam Pilkada Klaten ini dan tidak takut dengan adanya intimidasi dari pihak lain.

“Mari, kita nandur bareng panen bareng. Yen diintimidasi Pak Kades kudu wani. Karena Kades itu harus netral,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Klaten Darmadi mengatakan, Klaten menjadi kabupaten termiskin di Solo Raya. Ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten tidak bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Maka kita butuh pemimpin yang amanah, cerdas, dan visioner. Pemimpin yang bisa mensejahterakan rakyat,” katanya.

Darmadi menambahkan, warga harus mengawasi pelaksanaan bantuan keuangan khusus atau dana aspirasi di desanya masing-masing.

“Ayo kita awasi kades-kades saat melaksanakan bantuan keuangan khusus. Karena ada dugaan kuat, dana aspirasi itu akan digunakan untuk mendukung pemenangan paslon tertentu. Kalau ada penyimpangan, laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pilkada Klaten 2020 ini diikuti tiga pasangan calon (paslon). Paslon nomor urut 1, Sri Mulyani-Yoga Hardaya diusung PDIP dan Golkar. Pasangan nomor urut 2, One Krisnata-Muhammad Fajri diusung Partai Demokrat, PKS, dan Gerindra. Dan pasangan nomor urut 3, Arif Budiyono-Harjanta (ABY- HJT) diusung PAN, PKB, PPP, dan NasDem. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *