Thursday, 22 Oct 2020


Unwidha Klaten Wisuda 370 Lulusan, Rektor: Banggalah Pada Almamater…

Prosesi wisuda Unwidha Klaten pada Selasa (13/10/2020).

WartaKita.org – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten mewisuda sebanyak 370 orang lulusan program Magister (S-2), Sarjana (S-1), dan Ahli Madya (D-III) dari berbagai program studi (Prodi) di kampus setempat, Selasa (13/10/2020).

Rektor Unwidha Klaten Prof. Dr. Triyono M.Pd menyampaikan, sebagian besar lulusan yang diwisuda tahun 2020 ini adalah mereka yang diterima tahun 2015 dan 2016. Artinya, mereka merupakan “produk” pertama dari penerapan Kurikulum 2015 yang berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yaitu 8 standar pendidikan, 8 standar penelitian, dan 8 standar pengabdian kepada masyarakat.

“Dalam dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Unwidha telah menetapkan 63 standar pendidikan tinggi,” katanya.

Rektor Triyono menjelaskan, ciri dari Kurikulum 2015 yang diimplementasikan di Unwidha Klaten sejak tahun Akademik 2015/2016 yaitu pertama, dimasukannya pendidikan karakter untuk semua Prodi. Kedua, adanya perampingan beban SKS. Misalnya untuk jenjang Sarjana (S-1) dengan 148 SKS dari sebelumnya 156 SKS. Dan ketiga, berbasis pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

“Dimasukkannya mata kuliah Pendidikan Karakter sebagai mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa dengan pertimbangan dan alasan sesuai dengan visi misi yang diemban Unwidha tahun 2025, yaitu universitas yang berkarakter untuk kesejahteraan masyarakat berlandaskan multikultur,” ujarnya.

Rektor Unwidha Klaten menyatakan, melalui mata kuliah Pendidikan Karakter diharapkan dapat dibentuk dan ditanamkan sikap dan nilai seperti religius, jujur, toleran, kreatif, demokratis, peduli, empati, bertanggung jawab, cinta damai, bersahabat, dan sebagainya.

“Sehingga para lulusan tidak saja cerdas dalam menguasai ilmu pengetahuan dan terampil di bidangnya, akan tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai bekal untuk hidup dan beradaptasi dalam masyarakat yang senantiasa terus berkembang,” paparnya.

Prof Triyono mengatakan, para lulusan yang diwisuda tahun 2020 saat ini umumnya berusia antara 23-26 tahun atau lahir lahir antara tahun 1994-1997. Oleh William Strauss dan Neil Howe, orang yang lahir antara 1984-2004 dikelompokkan sebagai Generasi Milenial atau Generasi Y.

“Mereka atau Generasi Y ini memiliki ciri antara lain satu, lahir telah ada komputer, robot, dan handphone. Dua, cepat bosan dengan barang yang dibeli. Tiga, lebih suka melakukan pembayaran non tunai. Empat, menyukai hal-hal yang serba cepat dan instan. Dan lima, kritis terhadap fenomena sosial,” terangnya.

Rektor menambahkan, pada saat Bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan yang ke-100 yaitu pada tahun 2045 kelak, mereka berusia antara 48-51 tahun, yang berarti akan menjadi pemimpin-pemimpin di negara Indonesia.

“Dengan demikian Unwidha Klaten telah berbuat untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa agar menjadi orang yang berkarakter kuat, cerdas, dan terampil. Karena tahun 2045 kelak, Indonesia diharapkan menjadi 10 Negara maju di Dunia,” tandasnya.

Rektor berharap, para lulusan memiliki wawasan almamater. Artinya, memandang bahwa Unwidha Klaten sebagai salah satu “ibu asuhnya” yang turut mendidik dan mengantarkan mereka dalam menggapai cita-cita di masa depan, sehingga tidak sepantasnya untuk dilupakan, tetapi justru merasa bangga.

“Oleh karena itu, para lulusan perlu menjaga nama baik Unwidha sebagaimana mereka menjaga nama baik orangtuanya sendiri,” harapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *