Saturday, 24 Aug 2019


Tunaikan “Janji Kampanye”, Kades Sidowayah Bagikan Penghasilan Bengkok Kepada Warga

Kades Sidowayah Mujahid Jaryanto saat menyerahkan penghasilan sewa bengkok kepada Ketua RT, Kamis (4/7/2019).

WartaKita.org – Acara halal bihalal antara Pemerintah Desa (Pemdes) beserta lembaga desa dan tokoh masyarakat Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten di balai desa setempat pada Kamis (4/7/2019) siang menjadi momen yang mengesan bagi mereka.

Karena pada halal bihalal itu, Kepala Desa (Kades) Sidowayah Mujahid Jaryanto SH menunaikan “janji kampanye”-nya kepada masyarakat.

Dalam halal bihalal yang dihadiri perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RW, Kletua RT, Kader Posyandu, Tim Penggerak PKK Desa, dan keluarga mantan kepala desa ini, Kades Mujahid Jaryanto menyerahkan penghasilan lungguh atau bengkok kepada masyarakat melalui Ketua RT.

“Dulu saat saya mencalonkan kepala desa, saya pernah berjanji, dan janji saya tersebut dituangkan ke dalam surat pernyataan yang diketahui oleh notaris. Bahwa apabila saya terpilih menjadi Kepala Desa Sidowayah, maka saya akan memberikan seluruh penghasilan lungguh atau bengkok saya kepada masyarakat Sidowayah. Nah, janji saya itu saya tunaikan kepada kesempatan ini,” katanya.

Mujahid Jaryanto mengatakan, lungguh atau bengkoknya sebagai kepala desa telah disewakan dan laku Rp 90 juta. Karena itu, berdasarkan  surat perjanjian tersebut, maka penghasilan dari sewa lungguh yang sebesar 50 persen atau Rp 45 juta dibagikan kepada warga di 17 RT. Karenanya, setia RT menerima Rp 2.647.000.

Sedang penghasilan sewa lungguh yang 50 persen lainnya akan diberikan untuk satu, yatim dan jompo. Dua, kebersihan sungai dan makam. Tiga, kecepatan pelayanan administrasi kependudukan (KTP, KK, Akta Kelahiran, KIA). Empat, pelayanan masyarakat yang datang ke kantor desa. Lima, menjenguk warga sakit oleh Ketua RT. Enam, silaturahmi antar Ketua RT. Tujuh, biaya operasional tim independent. Delapan, dana kematian. Sembilan, TPA Al Ikhlas Sidowayah. Dan sepuluh, kebutuhan tak terduga.

Penyerahan penghasilan dari sewa lungguh kepala desa kepada 17 RT itu disampaikan secara langsung oleh Mujahid Jaryanto. Satu per satu Ketua RT dipanggil maju ke depan untuk menerima “amplop coklat” dari Kepala Desa. Mereka pun bergembira.

Acara halal bihalal ini diisi dengan sambutan, penyerahan penghasilan dari sewa lungguh kepala desa, ikrar halal bihalal, pengajian, dan makan bersama.

Pengajian halal bihalal disampaikan oleh Ustadz Ahmad Yani dari Boyolali. Di awal tausiyah-nya, Ustadz Ahmad Yani menyambut baik apa yang dilakukan oleh Kades Mujahid Jaryanto ini. Karena baru kali ini ada kepala desa yang mau membagikan seluruh penghasilan bengkoknya untuk kepentingan warga.

Dalam tausiah-nya dosen di salah satu perguruan tinggi di Solo ini menyampaikan, ada tiga prasyarat bila seseorang ingin masuk surga.

“Pertama, jangan senang menjelek-jelekkan orang lain. Kedua, jangan mencari kelemahan atau kekurangan orang. Dan ketiga, menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan sesama manusia,” paparnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *