Sunday, 15 Dec 2019


TKSK Dan Pendamping PKH Diminta Bekerja Maksimal Turunkan Angka Kemiskinan di Klaten

Bupati Klaten berfoto bersama TKSK, Jumat (15/2/2019).

WartaKita.org – Bupati Klaten Sri Mulyani mengadakan acara ngopi dan sarapan pagi bersama dengan jajaran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang diadakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Jumat (15/2/2019) pagi.

Dalam forum ini Bupati Sri Mulyani mengajak TKSK dan pendamping PKH untuk bekerja maksimal dalam menurunkan angka kemiskinan di Klaten pada tahun 2019 ini menjadi 10 persen.

Bupati Sri Mulyani menyampaikan, angka kemiskinan di Klaten pada tahun 2017 masih sekitar 14 persen, dan pada 2018 turun menjadi sekitar 12 persen atau masih sekitar 151.100 warga miskin. Dan pada tahun 2019 ini angka kemiskinan di Klaten ditargetkan turun menjadi 10 persen.

“Pemkab Klaten bersama stakeholder penanganan masalah sosial seperti TKSK dan pendamping PKH terus berusaha mengurangi kemiskinan sehingga kesejahteraan rakyat terus meningkat,” katanya.

Bupati Klaten berharap, program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu menurunkan angka kemiskinan di Klaten. Selain itu, BPNT yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada setiap bulannya itu diharapkan mampu memenuhi konsumsi pangan dan non pangan rumah tangga miskin.

“Selain program BPNT, di Klaten ini ada sekitar 59 ribu warga penerima PKH. Dana PKH ini untuk membantu biaya pendidikan dan usaha ekonomi produktif, serta untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan. Dengan demikian, KPM PKH diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan sehingga angka kemiskinan di Klaten terus turun dan semua warga Klaten menjadi warga yang sejahtera,” harapnya.

Sedangkan Kepala Dinsos P3AKB Klaten Muh Nasir mengatakan, di Klaten terdapat 26 petugas TKSK yang bertugas di 26 kecamatan dan ada sekitar 215 pendamping PKH. “Selain TKSK dan pendamping PKH, Dinsos P3AKB Klaten juga mempunyai penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang meruapakan ujung tombak dan garda terdepan dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Klaten,” terangnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *