Tuesday, 22 Sep 2020


Tingkatkan Konsumsi Ikan, KKP Kampanyekan Gemarikan Di Klaten

Safari Gemarikan di Bukit Sidogura, Sabtu (14/3/2020).

WartaKita.org – Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) tingkat Kabupaten Klaten digelar di Bukit Sidogura, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Sabtu (14/3/2020).

Gemarikan tahun 2020 ini mengusung tema “Makan ikan, sehat, kuat, cerdas”. Safari Gemarikan diikuti sekitar 2.200 orang.

Hadir dalam Safari Gemarikan ini Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Berny A Subki, Anggota Komisi IV DPR RI Sunarna, Bupati Klaten Sri Mulyani, para pejabat Pemkab Klaten, warga, pelajar, dan lainnya.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekretaris Ditjen PDSPKP dan Anggota Komisi IV DPR RI Sunarna dalam Safari Gemarikan tingkat Kabupaten Klaten ini.

“Semoga Safari Gemarikan ini dapat membawa berkah bagi Pemerintah dan warga Kabupaten Klaten. Semoga masyarakat semakin sehat dan sejahtera. Karena dengan makan ikan, kita bisa sehat, kuat, dan cerdas,” katanya.

Sedang Sekretaris Ditjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Berny A Subki menyampaikan, Angka Konsumsi Ikan (AKI) nasional berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Tahun 2018, AKI nasional mencapai angka 50,69 kg/kapita, meningkat dari tahun 2017 yang mencapai 47,12 perkapita. Walaupun secara nasional konsumsi ikan meningkat, namun sebarannya tidak merata di seluruh Indonesia. Utamanya di Pulau Jawa, yang rata-rata angka konsumsi ikanya di bawah capaian nasional.

“AKI Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018 mencapai angka 30,64 kg/kapita. Sedang AKI Kabupaten Klaten lebih di bawah lagi capaiannya, yaitu hanya 25,73 kg/kapita,” ujarnya.

Berny A Subki menyatakan, guna meningkatkan konsumsi ikan, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Anggota Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Rawa Jombor ini.

“Kampanye Gemarikan merupakan upaya dari Pemerintah (KKP) untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dengan mengembangkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat makan ikan. Selain itu juga untuk menumbuhkan kreativitas dalam hal mengolah ikan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai usaha untuk sumber pendapatan keluarga,” terangnya.

Berny mengatakan, Indonesia dikaruniai sumber daya ikan yang sangat besar. Potensi lestari perikanan tangkap Indonesia sebesar 12,54 juta ton/tahun.  Dan sebagai bentuk rasa syukur itu, maka masyarakat diminta untuk terus mengkonsumsi ikan sebagai sumber pangan yang bergizi tinggi.

“Kami mengingatkan agar ikan yang dikonsumsi adalah ikan-ikan lokal seperti kembung, tongkol, bandeng, patin, gurami dan lainnya. Ikan lokal gizinya tidak kalah dengan ikan impor. Ikan salmon yang notabene ikan impor dan lebih mahal, kandungan proteinnya masih di bawah ikan kembung yang jauh lebih murah,“ tegasnya.

Berny menjelaskan, untuk daerah-daerah yang tidak mempunyai laut, seperti halnya Kabupaten Klaten, tetap bisa  mendapatkan manfaat dan gizi dari ikan-ikan air tawar yang tidak kalah dengan ikan laut. Jadi, tidak ada alasan jauh dari laut menyebabkan jarang makan ikan. Karena ikan air tawar juga banyak tersedia, baik dari penangkapan di sungai, danau, atau dari hasil kegiatan budidaya.

“Ke depan, KKP akan terus mendorong peningkatan produksi perikanan budidaya yang saat ini mengalami kenaikan rata-rata sejak tahun 2012 sampai 2018 sekitar 21,62 persen per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan rata-rata produksi perikanan tangkap sekitar 5,17 persen yang cenderung konstan,” jelasnya.

Lebih lanjut Berny mengungkapkan, ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan Omega-3 sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting khususnya berkaitan dengan kecerdasan.

“Ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), perkembangan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja, serta lanjut usia,” ungkapnya.

Berny mengutarakan, Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi di masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2018), anak balita yang mengalami kekurangan gizi sebanyak 8 persen, kondisi kurus sebanyak 10,2 persen, dan pertumbuhan stunting atau kerdil sebesar 30,8 persen.

“Permasalahan gizi ini tentunya berpotensi menurunkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Sunarna menyampaikan, produksi ikan per tahun di Klaten mencapai 28.000 ton.

“Kalau produksi ikan ini diolah dengan baik, maka akan memberi nilai tambah pada masyarakat. Karena itu saya minta kepada Ditjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pelatihan kepada warga agar kesejahteraan masyarakat semakin baik,” ucapnya.

Pada kampanye Gemarikan di Kabupaten Klaten ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan bantuan berupa 2.200 paket gemarikan yang berisi 3 jenis olahan ikan yang diambil dari UKM setempat serta materi promosi berupa 2.200 kaos Gemarikan, flyer manfaat ikan, flyer kandungan gizi ikan dan tumbler.

Aneka macam materi promosi ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mengenal ikan dan menjadi inspirasi serta meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. (L Sukamta)

1 thought on “Tingkatkan Konsumsi Ikan, KKP Kampanyekan Gemarikan Di Klaten

  1. Masih muda jangan ragu untuk memulai sebuah bisnis broo, semua bisa berawal dari nol dan akan menjadi besar, nahh jadi untuk kalian yang ingin memulai usaha silahkan kunjungi bit.ly/2V4m9kQ , Angga link alternatif ketua poker akan memberikan tips & saran terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *