Monday, 24 Jun 2019


Tingkatkan Kecakapan Kepramukaan, SD TKM Marsudirini Tanjung Priok Adakan Perjusa

Suster M Laurentine, OSF menerbangkan 2 burung merpati tanda dimulainya kegiatan Perjusa SD Tunas Keluarga Mulia (TKM) Marsudirini Tanjung Priok.

WartaKita.org – SD Tunas Keluarga Mulia (TKM) Marsudirini Tanjung Priok, Jakarta mengadakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) di komplek sekolah setempat pada 22 – 23 Maret 2019. Perkemahan ini melibatkan siswa kelas 5, para guru, dan karyawan.

Dalam Perjusa ini, panggilan bagi para pembina pramuka penggalang adalah Kakak, dan panggilan untuk siswa penggalang adalah adik. Pada Perjusa ini, adik penggalang dikelompokkan menjadi beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 8 -10 siswa.

Perjusa ini diadakan rutin setiap tahun. Kegiatan pramuka penggalang ini dilaksanakan untuk meningkatkan kecakapan adik-adik dalam bidang kepramukaan yang sesuai dengan tingkatannya. Sebelum Perjusa, adik-adik penggalang ini dipersiapkan dengan banyak berlatih.

Acara Perjusa diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Panitia yaitu Kakak Tarsisius Ferry Koko Gustomo. Kegiatan Perjusa diresmikan oleh Kepala SD TKM Marsudirini yang juga Mabigus, Suster M Laurentine, OSF. Secara simbolis, Mabigus menerbangkan 2 burung merpati.

Pada hari pertama, adik-adik penggalang memasak bersama pada masing-masing regu untuk melihat kerjasama antar regu. Selanjutnya kegiatan merangkak yang bertujuan agar adik-adik penggalang tidak takut kotor.

Pada malam harinya, seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah untuk melakukan upacara api unggun dengan menampilkan yel-yel masing-masing regu. Kemudian renungan dan jurit malam yang bertujuan untuk melatih keberanian, mental, dan kemandirian adik-adik penggalang.

Sedang pada hari kedua, adik-adik penggalang mengikuti kegiatan dalam pos yang berbeda. Pos dibagi menjadi 6 yaitu, pos meniti tali, pos PBB, pos mengukur tinggi, pos roda berputar, pos sandi morse, dan pos dragbar. Seluruh pos dilaksanakan di lapangan belakang sekolah.

Setiap pos di dampingi oleh 2 sampai 3 pendamping. Para pendamping bertugas menilai, mengarahkan, dan memberi masukan kepada setiap regu pada saat dan setelah melaksanakan tugas dalam pos. Setiap regu harus menyelesaikan tugas yang diberikan pendamping pada masing-masing pos.

Setelah semua regu selesai menjalankan tugas dalam pos, adik-adik penggalang diarahkan untuk kembali ke dalam sekolah untuk mengganti pakaian, bersih-bersih, dan makan siang. Selesai makan siang, adik-adik penggalang dikumpulkan kembali ke halaman untuk melaksanakan upacara penutupan yang dipimpin oleh kakak Antonius Yuwono Tri Sunu.

Pada upacara penutupan ini adik-adik penggalang diapresiasi dengan pemberian kenang-kenangan untuk seluruh peserta Perjusa. Juga ada pemberian hadiah kepada regu yang berhasil menyelesaikan tugas dan kegiatan selama Perjusa dengan baik.

Selesai upacara, adik-adik penggalang bersalam-salaman dengan teman dan kakak-kakak pembina sebagai tanda berakhirnya kegiatan pramuka Perjusa. (Chatarina Titin Mugilestari/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *