Monday, 16 Sep 2019


Tim Kevikepan Surakarta Supervisi Paroki Wedi

Rama Gregorius Kriswanto Pr (kanan) menyerahkan hasil supervisi kepada Rama AG Luhur Prihadi Pr.

WartaKita.org – Tim Supervisi Kevikepan Surakarta mensupervisi Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten pada Senin (6/5/2019) sore.

Secara garis besar, tujuan dari supervisi ini untuk memastikan pelayanan Gereja Paroki Wedi berjalan dengan baik sesuai dengan Arah Dasar (ARDAS) dan Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS). Adapun yang disupervisi mengenai 3 hal, yaitu tata kelola penggembalaan, tata kelola administrasi paroki, dan tata  kelola harta benda gereja.

Ketua Tim Supervisi Kevikepan Surakarta Rama Gregorius Kriswanto Pr menyampaikan, supervisi ini bukanlah akreditasi seperti yang dilakukan oleh sejumlah lembaga.

“Dalam supervisi ini kita ingin belajar bersama. Kita ingin saling memberikan informasi. Jadi, tidak ada nilai. Yang baik diteguhkan, yang kurang atau belum baik diperbaiki. Prinsipnya, tiga tata kelola tersebut, yaitu  tata kelola penggembalaan, tata kelola administrasi paroki, dan tata  kelola harta benda gereja perlu dilakukan secara seimbang,” kata rama.

Vikaris Judicial (Vikjud) Keuskupan Agung Semarang (KAS) ini menambahkan, tujuan dari reksa pastoral adalah merawat jiwa-jiwa agar semakin optimal. Hal ini sesuai dengan harapan Tuhan Yesus, yaitu agar semua manusia mencapai keselamatan kekal. Atau, atau agar tidak ada “domba” yang hilang.

“Maka kalau ada rekomendasi untuk paroki, itu berarti ada peluang bagi paroki untuk berkembang,” ujar rama.

Sedang Pastor Kepala Paroki Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr menyatakan, Dewan Paroki Wedi sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut supervisi ini.

“Kami sudah tata-tata, karena akan ada supervisi. Kami sudah persiapkan narasi, data, dan lain-lain yang diperlukan dalam supervisi ini,” ucap rama.

Kegiatan supervisi ini diisi dengan doa pembuka, beberapa sambutan, penyampaian informasi singkat mengenai Paroki Wedi, diskusi per bidang tata kelola, penyampaian rekomendasi, penyerahan hasil supervisi, dan doa penutup.

Hadir dalam supervisi ini, dewan harian paroki, tim kerja, wakil umat, dan wakil komunitas biara di Paroki Wedi.

Salah satu rekomendasi untuk tata penggembalaan yaitu silakan paroki menggali semangat Maria Bunda Allah dengan mengundang teolog dan selanjutnya membuat bahan-bahan animasi (lagu, doa, novena, rekoleksi) untuk program internalisasi semangat Santa Perawan Maria Bunda Kristus bagi umat. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *