Wednesday, 3 Jun 2020


Terlilit Hutang, Warga Pluneng Nekat Curi Perhiasan Milik Tetangga

Kapolsek Kebonarum AKP Suyadi saat menyampaikan ungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Rabu (20/6/2020).

WartaKita.org – Seorang ibu rumah tangga bernama Trias Rahayu (38) alias Tiwuk, warga Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten nekat mencuri perhiasan milik tetangganya untuk menutup hutangnya yang berjumlah puluhan juta.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Kebonarum AKP Suyadi saat konferensi pers, Rabu (20/6/2020) menjelaskan, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini terjadi pada Minggu (17/5/2020).

Saat itu korban, Ny Sri Widodo (58) akan berangkat ke pasar sekira pukul 04.30 wib untuk jual beli sayuran. Sedangkan anaknya yang bernama Panji Prasetyo sekira pukul 06.00 wib pulang dan melihat kondisi rumah tidak terkunci dan barang yang di dalam rumah berantakan.

“Begitu melihat kondisi rumah berantakan, Panji menyusul ibunya ke pasar dan memberitahukan keadaan rumahya. Kemudian korban pulang. Setelah semua dicek, ternyata perhiasan miliknya yang disimpan di dalam kaleng dan ditaruh diatas rak tempat penjualan itu hilang,” katanya.

Kapolsek Kebonarum AKP Suyadi menyampaikan, terungkapnya kasus curat ini berdasarkan laporan dari korban serta olah TKP (tempat kejadian perkara) dimana ada seorang saksi yang berpapasan dengan pelaku.

“Dari hasil olah TKP itu lalu dikembangkan melalui CCTV dari gereja. Di CCTV itu terlihat pelaku mondar mandir di rumah korban. Juga ada petunjuk jejak sepatu di belakang rumah. Setelah dicocokkan, ternyata sepatu itu benar-benar milik pelaku,” ujarnya.

Kapolsek Kebonarum menyatakan, dari hasil olah TKP terlihat bahwa semua pintu tidak rusak, kecuali pintu belakang yang terbuka. Dari olah TKP itu kemudian jajaran Resmob Polsek Kebonarum melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Sekira pukul 12.00 wib dilakukan penangkapan serta pemeriksaan terhadap pelaku. Tersangka pun mengakui perbuatan tersebut. Pelaku menggunakan kunci pintu rumah korban yang menempel di motor anak korban. Karena saat anak korban ikut siskamling, motor anak korban dipinjam oleh pelaku,” jelasnya.

AKP Suyadi menambahkan, pelaku kemudian menjual hasil curiannya di Jogja dan laku sekitar Rp 40 juta. Uang yang sejumlah Rp 3,6 juta sudah digunakan untuk membeli sembako dan dibagikan ke orang lain. Sedang sisanya masih disimpan, dan rencananya untuk mengembalikan hutang.

Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 363 KUHP dengan hukuman paling lama tujuh tahun. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *