Thursday, 9 Jul 2020


Terbantu CCTV, Polres Klaten Cepat Ungkap Kasus Pencurian Di GMA Klaten

Press release pengungkapan kasus pencurian di GMA Klaten yang terjadi pada Minggu (5/1/2020).

WartaKita.org – Jajaran Satuan Reskrim Polres Klaten berhasil mengungkap kasus pencurian di Gereja Maria Assumpta (GMA) Klaten yang terjadi pada Minggu (5/1/2020).

Tim Reskrim Polres Klaten berhasil melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka tunggal berinisial HS, seorang pria yang beralamat di Cikarang Bekasi yang berprofesi sebagai penjual pakaian di daerah Yogyakarta.

Wakapolres Klaten Kompol Moh Zulfikar Iskandar saat press release di Mapolres Klaten, Jumat (10/1/2020), menyampaikan, keberhasilan pengungkapan kasus pencurian di GMA Klaten ini tak lepas dari adanya CCTV di lokasi kejadian.

“Kami sangat terbantu dengan adanya CCTV yang ada di TKP, sehingga pelaku ini bisa cepat kita amankan,” katanya.

Dari penangkapan tersebut Sat Reskrim berhasil mengamankan barang bukti uang senilai Rp 20,5 juta dari total Rp 25 juta uang yang dicuri. Sisanya sebanyak Rp 4,5 juta telah digunakan untuk belanja pakaian.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas H menjelaskan, modus pelaku terbilang cukup profesional. Sebelum beraksi, pelaku terlebih dulu melakukan survei terhadap target dengan berpura-pura sebagai umat gereja setempat. Setelah 2-3 minggu memahami seluk-beluk target, barulah dia melakukan aksi pencurian.

“Pelaku ini spesialis pencurian di gereja. Pelaku pernah belajar kepada temannya yang telah berpengalaman di daerah Bekasi. Sasarannya adalah tempat tinggal Romo. Karena dia beranggapan bahwa di situ pasti ada barang-barang berharga atau uang,” jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Andryansyah Rithas menambahkan, rekam jejak HS ini juga berhasil diungkap. Pelaku ini adalah seorang residivis. Pelaku pernah tersandung kasus yang sama di daerah Semarang pada tahun 2016.

Di Klaten, pelaku sudah melakukan 2 kali pencurian. Namun untuk kasus pencurian di gereja di wilayah Delanggu, korban tidak melapor ke pihak kepolisian.

“Dia pernah mencuri di salah satu gereja di Delanggu. Namun tidak dilaporkan. Itu terjadi sekitar 3 tahun yang lalu. Namun pelaku sudah mengakui, dan pihak korban setelah kita konfirmasi membenarkan, bahwa pernah kehilangan uang senilai Rp 5 juta,” ungkapnya.

Atas perbuatannya pelaku HS dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun. (L Sukamta/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *