Tuesday, 19 Nov 2019


Teladani Bunda Maria, Lakukanlah Sesuatu Dengan Sepenuh Hati

Dance Misdinar menyemarakkan Natalan Paguyuban Umat Paroki Wedi, Minggu (7/1/2018) malam.

Wartakita.org – Natalan Paguyuban Umat Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten yang digelar di Balai Mandala Gereja Wedi pada Minggu (7/1/2018) malam berlangsung meriah.

Rangkaian acara natalan diawali dengan penampilan Silvester Band dari Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Wedi. Selanjutnya, acara natalan dibuka dengan Doa Pembuka dilanjutkan Doa Angelus yang dipandu oleh Agustinus Sukirmo. Kemudian, sambutan dari Ketua panitia natalan dan Pastor Kepala Paroki Wedi.

Dalam sambutan, Ketua panitia natalan paguyuban, Maria Srimulati Koespuranto menyampaikan, natalan ini diikuti 23 paguyuban yang ada di Paroki Wedi.

“Selama ini, paguyuban-paguyuban yang ada itu dapat tumbuh subur di Paroki Wedi karena ada dukungan dari semua pihak. Masing-masing paguyuban memiliki kekhasan sendiri, dan disatukan dalam Kristus,” katanya.

Sedang Pastor Kepala Paroki Wedi, Rama Andrianus Maradiyo, Pr menyatakan, natalan paguyuban di Paroki Wedi dirayakan pada Hari Raya Penampakan Tuhan.

“Ini memiliki maksud, agar keberadaan paguyuban-paguyuban di Paroki Wedi mampu “menampakkan” Tuhan, baik kepada anggotanya, bagi paguyubannya sendiri, bagi paroki, dan masyarakat di sekitar kita,” ucap rama.

Karenaya, Rama Maradiyo mengajak paguyuban di Paroki Wedi untuk meneladan Bunda Maria dalam kesanggupannya untuk menerima tugas yang mulia.

“Paguyuban-paguyuban perlu meneladan spirit Bunda Maria, yaitu: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu itu. Dengan meneladan spirit Bunda Maria itu, maka saya yakin, tidak ada pekerjaan dan karya pelayanan yang dilakukan dengan setengah hati,” pesan rama.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan hiburan. Ada sejumlah penampil, di antaranya tampilan lagu dari Paguyuban Doa Karismatik, dance (tarian) dari IOD Dance Misdinar, lagu “Jangan Menyerah” dari Paguyuban Difabel Kinasih, shalawatan dari Paguyuban Sepeda Bronjong, teatrikal “Kasih Setia Yesus” dari OMK, lagu dari Koor Nthok Nthink, dan dance dari E Dance OMK.

Natalan paguyuban diakhiri dengan Doa Penutup yang dipandu Frater Nius dan Berkat Penutup dari Rama Maradiyo.

Natalan paguyuban ini berlangsung gayeng. Penampilan master of ceremony (MC) kondang dari Jogja, Den Baguse Ngarso bersama Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, J Catur Wibono dan Bang Bend “Idola Remaja Masa Kini” mampu menyegarkan suasana. Umat terhibur dengan banyolan-banyolan yang disampaikan trio MC ini.

Dan untuk menyemarakkan acara, panitia menyediakan lebih dari 125 doorprize. Umat bertahan sampai berakhirnya Natalan Paguyuban. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *