Tuesday, 20 Apr 2021


Suka Duka Pembelajaran Daring

PEMBELAJARAN tahun ini berbeda dengan pembelajaran tahun lalu. Tahun 2020 terpaksa harus dilaksanakan pembelajaran jarak jauh karena Covid-19. Banyak tantangan yang harus dijalani untuk melakukan proses pembelajaran.

Banyak orangtua yang mengeluh dengan proses pembelajaran daring. Orangtua merasa kesulitan saat anak-anak harus belajar di rumah. Terlebih banyak orangtua yang harus bekerja. Hal tersebut membuat anak-anak tidak ada pendampingan saat berada di rumah. Terkadang, anak-anak juga membantah dengan apa yang dikatakan oleh orangtuanya.

Selain itu, ada anak yang tinggal hanya bersama nenek. Sedangkan neneknya sudah tidak paham dengan pembelajaran. Sehingga anak yang tinggal bersama neneknya tidak dapat memahami pembejaran atau mengerjakan tugasnya tertinggal dengan anak-anak lain yang mendapatkan pendampingan dari orangtuanya.

Sudah satu tahun ini pembelajaran daring dilaksanakan. Banyak anak yang sudah merasa bosan dengan pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh atau dilaksanakan di rumah ini.

Anak-anak mengeluhkan bahwa mereka bosan dan tugas yang diberikan terlalu banyak. Itulah salah satu tantangan yang dihadapi orangtua dan siswa saat pembelajaran daring.

Tidak hanya orangtua dan siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring ini. Guru juga mengalami banyak tantangan dalam proses pembelajaran yang berubah ini.

Karena itu, guru harus lebih kreatif dalam pemberian soal dan pemberian materi agar anak-anak dapat memahami dengan baik. Terlebih lagi pembelajaran tahun ini harus menggunakan IT. Sehingga pembelajaran atau tugas yang harus mereka kerjakan tidak membuat bosan, dan anak-anak juga dapat memahami materi dengan baik. Sehingga guru dituntut untuk bisa menggunakan IT dengan kreatif agar anak tidak bosan dan dapat menerima materi dengan baik.

Pemanfaatan IT tersebut dapat sedikit meringankan orangtua saat proses pembelajaran yang dilakukan di rumah atau pembelajaran jarak jauh. Karena dengan adanya pemanfaatan IT, yaitu dengan cara melakukan pembelajaran lewat aplikasi zoom atau pembuatan video mengenai penjelasan materi, anak-anak dapat memahami apa yang diajarkan oleh guru dan melalui zoom.

Mereka dapat bertemu dengan teman-temannya. Mereka bisa saling saling menyapa dengan teman-temannya karena sudah lama mereka tidak dapat bermain bersama. Hal tersebut juga dapat memotivasi anak untuk belajar lagi dan sedikit mengurangi kejenuhan saat belajar di rumah yang hanya ditemani dengan orangtua.

Dalam pemanfaatan IT juga masih banyak kendala yang harus dihadapi guru maupun siswa. Tidak semua siswa memiliki alat komunikasi seperti HP. Dan terkadang, terkendala dengan sinyal. Terlebih anak-anak yang tempat tinggalnya di pegunungan.

Namun anak-anak atau orangtua dapat mengambil tugas dengan datang ke sekolah. Dan orangtua bisa bertanya secara langsung tentang tugas atau materi yang belum jelas.

Kendala lainya mengenai pemanfaat IT yaitu mengenai guru yang belum dapat menggunakan IT dengan baik. Namun hal tersebut tidak membuat guru menyerah dengan keadaan ini. Sekolah berusaha memberikan pelatihan kepada guru-guru melalui webinar agar guru-guru dapat belajar mengenai IT dan dapat memanfaatkan IT untuk proses pembelajaran agar lebih kreatif. Sehingga sedikit demi sedikit guru dapat memanfaatkan IT dengan baik.

Orangtua dan guru harus saling berkerja sama agar anak mendapatkan pendidikan yang baik. Semoga pandemi ini segera berakhir agar anak-anak dapat kembali bersekolah bertemu dengan guru dan teman-temannya. (ls)

Clara Endri Prasetiyani

Guru SD Marsudirini Santa Theresia Boro, Kabupaten Kulon Progo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *