Friday, 26 Feb 2021


Siswa SMPN 2 Klaten Kreatif, Ciptakan Kran Otomatis Tanpa Sentuh Untuk Cegah Covid-19

Launching kran otomatis tanpa sentuh di Gedung Ganesha SMPN 2 Klaten, Senin (5/10/2020).

WartaKita.org – Dua siswa SMP Negeri 2 Klaten yaitu Febrian Abidimas Wijayaka (Bian) siswa Kelas VIII B dan Nathanael Hazel Christian Yogabrata (Hazel) siswa Kelas VII B berhasil menciptakan kran air otomatis atau kran air tanpa harus menyentuh krannya.

Kran air otomatis ini diklaim dapat mengurangi potensi persebaran dan penularan Covid-19 sekaligus sangat cocok mendukung adaptasi kebiasaan baru baik di sekolah, kantor, rumah, maupun tempat umum lainnya.

Bian dan Hazel saat acara Launching kran otomatis tanpa sentuh di Gedung Ganesha SMPN 2 Klaten, Senin (5/10/2020), menjelaskan, awal mendapatkan ide membuat  kran air otomatis ini bermula dari munculnya Covid-19 sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

Keduanya kemudian berkolaborasi dalam rangka mendukung penerapan protokol kesehatan dan sekaligus upaya pencegahan Covid-19 dengan cara menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun.

Hanya saja Bian dan Hazel masih melihat banyak tempat cuci tangan yang dinilai masih belum sempurna. Karena saat mencuci tangan, masih harus menyentuh kran air. Hal seperti ini dinilai dapat menjadi celah munculnya potensi persebaran dan penularan  virus corona di tengah masyarakat.

Melihat kondisi seperti itu, Bian dan Hazel kemudian memiliki ide untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ide tersebut dikonsultasikan ke para guru di SMPN 2 Klaten.

Dari pembicaraan dan diskusi yang panjang dengan para guru yang kompeten, muncullah ide untuk  membuat kran air otomatis tanpa sentuh. Prinsipnya, si pencuci tangan tidak perlu memegang kran air saat mencuci tangan. Dengan mengurangi sentuhan tersebut, persebaran dan penularan  virus corona  dapat dicegah.

Walaupun  Bian dan Hazel beda kelas, tetapi keduanya sudah saling mengenal karena sama-sama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotik di sekolahnya. Bahkan keduanya juga mengikuti sekolah atau kursus robotik di Autobot School Klaten yang dibimbing oleh para mentor yang profesional. Dengan demikian, keduanya sudah memiliki dasar-dasar terkait dengan teknologi robotic.

Itulah sebabnya mereka kemudian mulai mengumpulkan berbagai komponen pendukung seperti resistor, valve listrik 12 V, adaptor 12 V, box, kran air, V-ring 3/4, socket power 12 V, kabel jumper, regulator 7805, kikir, bor,  LED, solid state relay (SSR), switch, sensor infra merah, dan transistor tip 32 C.

Dari berbagai komponen tersebut, Bian dan Hazel kemudian merangkainya menjadi kran otomatis. Sedang alat yang digunakan untuk merangkai adalah solder, kikir, dan bor.

Pasa saat merangkai berbagai komponen tersebut, sempat terjadi korsleting sebanyak dua kali. Dan setelah diperbaiki lagi sampai aman dari korsleting, akhirnya pembuatan kran air otomatis itu berjalan lancar.

“Semoga kran air otomatis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” harapnya.

Mereka menyampaikan, cara kerja kran otomatis ini adalah sensor mendeteksi pantulan cahaya pada saat tangan didekatkan ke sensor yang berada di bawah kran. Kemudian lampu indikator menyala dan katup valve terbuka sehingga air dapat keluar secara otomatis.

“Jadi cara kerjanya cukup sederhana ” ujarnya.

Sedang Kepala SMPN 2 Klaten Ismadi menyatakan, beberapa keunggulan dari kran otomatis ini yakni tanpa disentuh, hemat air, ramah lingkungan, dan biaya terjangkau. Karenanya, hasil kreasi kedua siswa tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah yang kemudian dilakukan launching oleh Plt Bupati Klaten pada hari ini.

“Saya sendiri mendukung penuh kegiatan siswa yang ingin berkreatifitas di tengah pandemi Covid-19. Saya  mendukung sepenuhnya kreativitas kedua siswa ini. Ke depan, sekolah juga akan memberikan penghargaan kepada kedua anak itu. Biar anak-anak semakin termotivasi dan bangga,” katanya.

Ismadi mengatakan, kran otomatis buatan Bian dan Hazel sangat dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Karena salah satu penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang urgen, yakni tersedianya tempat cuci tangan pakai sabun,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Komite SMPN 2 Klaten Moch Isnaeni memberikan apresiasi yang tinggi atas munculnya ide yang kemudian memunculkan kreatifitas baru membuat kran air otomatis tanpa sentuh yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini.

“Kami sangat menghargai dan memberikan apreasi yang tinggi kepada Bian dan Hazel atas karya nyata yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini,” ucapnya.

Terkait, Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Wardani Sugiyanto mendukung penuh hasil karya siswa SMPN 2 Klaten ini.

“Kita mendukung dan mengapresiasi hasil karya anak-anak ini. Caranya dengan membeli dan menggunakan kran air otomatis ini. Setelah alat tersebut digunakan, maka harus terus dievaluasi. Dengan demikian, kualitas kran air otomatis ini akan semakin baik,” ungkapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *