Monday, 23 Nov 2020


Siasati Pandemi Covid-19, Pengusaha Batik Pasar Beringhrjo Beralih Ke Pasar Online

Karsini, pengusaha batik di Yogyakarta yang pantang menyerah.

WartaKita.org – Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki Indonesia sejak bulan Maret lalu berdampak ke segala sektor kehidupan, termasuk pariwisata dan usaha yang terkait.

Salah satu usaha yang terdampak pandemi Covid-19 ini adalah usaha batik.

Meski begitu, pengusaha batik “Hafid” di Pasar Beringharjo, Malioboro, Kota Yogyakarta, Karsini (49) tetap yakin dan pantang menyerah menjalankan usahanya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selama ini, Karsini menjalankan usaha batiknya di Pasar Beringharjo. Usaha batiknya sangat bergantung pada sektor pariwisata. Padahal saat ini sektor pariwisata dapat dibilang “mati” karena jumlah wisatawan lokal maupun asing sangat berkurang.

“Kalau dulu, mau cari uang Rp 15 sampai Rp 30 juta dalam sehari pasti bisa. Sebanyak 1500 potong pasti dapat terjual. Bahkan, barang-barang yang terhitung lama, pasti diborong oleh wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh,” paparnya.

Karsini mengatakan, omset penjualan di masa pandemi Covid-19 ini turun drastis.

“Sekarang, dapat Rp 2 sampai Rp 5 juta dalam sehari saja sudah bersyukur,” ujarnya.

Dalam menjalankan bisnisnya ini, Karsini dibantu oleh anaknya yang juga senang menggeluti dunia bisnis. Karena omset pendapatannya jauh menurun, maka anaknya mengalihkan pangsa pasarnya menjadi online.

Alhamdulillah, melalui online ini, bisnis saya jadi terbantu. Bahkan, sempat mendapat pesanan 1.500 potong dalam sehari” katanya.

Karsini memulai bisnisnya bersama suami dari awal. Semula, mereka hanya mengambil barang jualan dari temannya dan lalu menjualnya. Dulunya, berbisnis batik ini bukanlah pekerjaan utama.

Dengan background-nya sebagai penjahit, Karsini ingin memproduksi sendiri batik jualannya. Bersama 8 orang karyawannya, dulu, Karsini hanya fokus pada pembuatan batik untuk anak-anak.

“Tetapi sekarang, alhamdulillah bisa berkembang untuk memproduksi batik untuk pakaian dewasa,” tuturnya.

Saat ini jumlah karyawannya sudah lebih dari 8 orang dan banyak pesanan dari luar kota.

“Saya berharap, pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan bisnis saya dapat berjalan lancar lagi. Saya ingin kembali berjualan seperti dulu,” ucap Karsini. (Anggita Mayangsari, mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta, Prodi Public Relations/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *