Wednesday, 3 Jun 2020


Dampak PSBB, Jumlah Kejadian Dan Korban Lakalantas di Klaten Turun Drastis

Aparat Satlantas Polres Klaten saat memeriksa mobil travel yang ingin mudik.

WartaKita.org – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah selama pandemi Covid-19 ini berdampak positif.

Buktinya, jumlah kejadian dan korban fatalitas kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukum Polres Klaten mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan catatan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klaten, selama penerapan PSBB, kejadian lakalantas menurun drastis sampai 37 persen.

Pernyataan ini disampaikan Kasatlantas Polres Klaten AKP Bobby Anugerah Rachman melalui Kanit Laka Polres Klaten Iptu Panut Haryono di Pos Pantau Operasi Ketupat Covid 19 Prambanan, Jumat (22/5/2020).

“Penurunan kejadian kecelakaan di wilayah hukum Polres Klaten ini antara lain dipengaruhi oleh pembatasan aktifitas orang di luar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga jumlah kendaraan di jalan sangat berkurang. Data kejadian lakalantas juga mengalami penurunan yang cukup signifikan,” katanya.

Kanit Laka Polres Klaten Iptu Panut Haryono menyatakan, selain berpengaruh pada jumlah kejadian lakalantas, angka korban fatalitas akibat lakalantas juga menurun tajam.

“Kalau dilihat jumlah kendaraan di jalan, memang jauh lebih sepi. Maka tak mengherankan kalau jumlah kejadian lakalantas akhir-akhir ini menurun. Sehingga angka korban fatalitas akibat lakalantas juga ikut turun,” ujarnya

Iptu Panut Haryono mengatakan, meski arus lalu lintas terlihat lebih sepi, tetapi aparat Satlantas Polres Klaten tetap melakukan penyekatan sampai dengan Operasi Ketupat 2020 berakhir pada tanggal 31 Mei. Penyekatan dilakukan di wilayah perbatasan (Pos Pantau Prambanan) dengan prioritas kendaraan dari luar daerah.

“Kami tetap akan lakukan penyekatan. Sehari kita lakukan dua kali, tergantung situasi. Penyekatan ini untuk memantau orang yang mau masuk ke Klaten,” jelasnya.

Iptu Panut Haryono menambahkan, saat melakukan penyekatan belum lama ini, petugas kepolisian mendapatkan mobil travel yang ingin mudik. Mobil ini pun terpaksa diminta untuk putar balik. Sebelumnya, mereka diberi imbauan dan dijelaskan mengenai larangan mudik.

Sementara itu, pada H-2 Lebaran ini terlihat ada sedikit peningkatan arus lalu lintas dibanding hari sebelumnya. Kepadatan kendaraan didominasi oleh kendaraan bernomor plat sekitar Jogja dan Solo.

Karena itu, pengamanan lalu lintas juga ditingkatkan dengan menambah personil bawah kendali operasi (BKO) baik dari Brimob maupun Lantas. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *