Tuesday, 22 Sep 2020


Sambut New Normal, Ponggok Siapkan Berbagai Inovasi Dan Disiplinkan Protokol Covid-19

Umbul Ponggok masih ditutup untuk pengunjung, Rabu (27/5/2020).

WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten sudah mempersiapkan diri baik infrastuktur maupun sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut new normal atau tatanan kehidupan baru yang akan diberlakukan Pemerintah Pusat.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Ponggok Junaedhi Mulyono, Rabu (27/5/2020).

“Kita sudah siapkan tatanan atau perilaku yang baru untuk penanganan covid-19. Kita akan lebih mendisiplinkan masyarakat. Karena itu, warga yang akan berkunjung ke Ponggok, baik itu ke balai desa maupun ke tempat wisata atau tempat kuliner, harus mematuhi standar penanganan covid-19.  Kita siapkan protokoler kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,” katanya.

Kades Ponggok Junaedhi Mulyono menyampaikan, new normal adalah sesuatu yang baru bagi masyarakat. Karena itu, kedisiplinan masyarakat menjadi hal yang paling penting. Misalnya, masyarakat terbiasa memakai masker saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, dan lainnya.

“Ini harus benar-benar diterapkan dan disiplinkan di tengah masyarakat. Bukan hanya di tempat wisata saja. Lha, mengapa negara-negara seperti Vietnam, Korea, Jepang, dan Cina bisa berhasil mengatasi covid-19? Ya karena disiplin warganya sangat tinggi,” ujarnya.

Kades Junaedhi Mulyono mengatakan, untuk lebih mendisiplinkan perilaku masyarakat, maka Pemdes akan menempatkan petugas di pintu masuk tempat-tempat wisata di Ponggok. Petugas juga akan mengadakan penyekatan. Bagi pengunjung yang tidak disiplin, yang tidak memakai masker, maka diminta untuk balik saja. Tidak boleh masuk ke tempat wisata.

“Linmas akan kita pasang di pintu masuk Desa Ponggok. Linmas kita imbau untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat untuk membiasakan memakai masker. Ini bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat,” paparnya.

Junaedhi Mulyono menjelaskan, untuk pembukaan restoran (kuliner) di Ponggok, pihaknya masih menunggu Surat Edaran resmi dari Dinas Pariwisata atau instansi terkait. Begitu pula dengan tempat wisata. Pemdes masih menunggu surat resmi dari Dinas Pariwisata.

“Kalau Pemerintah sudah mengijinkan boleh membuka kembali tempat wisata, kita sudah siapkan standarisasi penanganan covid-19. Seperti pengunjung harus pakai masker, warung makan harus menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, tempat duduk harus diatur sedemikian rupa, dan lainnya,” terangnya.

Junaedhi mengungkapkan, pasca pandemi Covid-19, trend masyarakat akan bergeser ke tempat wisata yang lebih mengutamakan privacy atau yang aman. Karena itu, untuk menarik pengunjung, maka Ponggok harus inovatif.

“Kejayaan Ponggok dalam hal kunjungan wisata yang membludak atau ramai tidak akan terulang lagi. Karena ke depan, masyarakat akan menghindari tempat yang ramai. Maka, kita akan buat home stay,  atau tempat-tempat wisata di pinggir sungai yang mengutamakan privacy,” tandasnya.

Dia mengatakan, selama 3 bulan tempat wisata di Ponggok tidak operasional, Pemdes mengalami kerugian sekitar 4 milyar. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *