Monday, 6 Jul 2020


Reses Ahmad Mutohar, PKB Minta Pemkab Klaten Fasilitasi Rapid Test Untuk Santri

Ahmad Mutohar saat menyerahkan bantuan APD kepada Puskesmas I Cawas, Kamis (4/6/2020).

WartaKita.org – Anggota DPRD Kabupaten Klaten dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Mutohar melakukan reses tahap ll tahun 2020 di gedung serbaguna Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Kamis (4/6/2020) siang.

Reses yang dihadiri Muspika Cawas, pengurus PKB dan perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) dari Kecamatan Kecamatan Cawas dan Karangdowo ini diisi dengan penyuluhan kesehatan terkait covid-19 yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Cawas I dr. Ambar Retnoningsih.

Ahmad Mutohar menyampaikan, kegiatan reses ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang akan dibawa atau diperjuangkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten agar dapat dipihaki.

“Untuk kegiatan reses kali ini memang berbeda. Jumlah hadirin dibatasi karena saat ini kita sedang pandemi covid-19. Kita berharap, pandemi covid-19 ini segera berlalu. Dan kita juga berharap, Dapil (Daerah Pemilihan) 5 ini tetap “putih”, atau tidak ada yang positif covid-19,” harapnya.

Pada reses kali ini, Ahmad Mutohar juga menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Puskesmas I Cawas. Karena saat DPRD Klaten melakukan tinjauan atau sidak ke sejumlah Puskesmas beberapa lalu, mereka mengeluhkan soal minimnya APD.

“Walaupun bantuan APD itu tidak banyak, tetapi ini adalah kepedulian kami kepada para petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. Kita bekerjasama dengan anggota DPR RI Mohammad Toha untuk memberikan bantuan kepada Puskesmas Cawas, Trucuk, dan Pedan. Dan beberapa waktu lalu, kita telah memberikan bantuan ke Puskesmas Wonosari dan Juwiring,” terangnya.

Anggota Komisi IV DPRD Klaten ini menambahkan, saat serap aspirasi ke sejumlah pesantren, muncul usulan dari masyarakat agar Pemkab Klaten mau menganggarkan fasilitas rapid test untuk para santri yang akan kembali ke pondok pesantren.

“Kita tidak ingin pondok pesantren terlupakan dalam penanganan virus corona, dan bahkan menjadi cluster baru penularan covid-19. Maka kita mengharapkan Pemkab maupun tim gugus tugas memberikan fasilitas rapid test saat para santri akan kembali ke pondok pesantren. Sehingga saat para santri datang ke pondok pesantren, mereka dalam keadaan sehat, dan tidak terjangkiti covid-19,” katanya.

Ahmad Mutohar menyatakan, saat ini di Kabupaten Klaten ada sekitar 60 pondok pesantren. Dari pondok pesantren “kecil” sampai pondok pesantren “besar” yang memiliki 1.000 santri.

“Pemkab Klaten harus ikut cawe-cawe kepada santri-santri ini. Ini penting. Karena santri adalah aset kita, aset bangsa,” ujarnya.

Sedang Kepala Puskesmas Cawas I dr. Ambar Retnoningsih dalam pemaparan materi menjelaskan, sampai saat ini Kecamatan Cawas masih aman dari covid-19. Karena belum ada yang terpapar virus corona.

“Maka, kita selalu mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menaati protokol kesehatan. Seperti memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. Selain disiplin dalam menaati protokol kesehatan, masyarakat juga harus jujur kepada tenaga medis,” tandasnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *