Monday, 18 Mar 2019


Prihatin Minimnya Aksesibilitas Bagi Difabel, Sukiyat Bantu 100 Kursi Roda

H Sukiyat saat menyerahkan bantuan kursi roda untuk Masjid Agung Al Aqsha Klaten.

WartaKita.org – Minimnya aksesibilitas bagi jamaah difabel di sejumlah masjid, tempat ibadah lain, serta tempat fasilitas umum seperti bandara, terminal, stasiun, dan sebagainya menjadi keprihatinan tersendiri bagi Sukiyat, pemilik Bengkel Kiat Motor di Klaten.

Keprihatinan Sukiyat ini sangat beralasan. Karena dia sendiri sering mengalami hal seperti itu di sejumlah tempat ibadah dan fasilitas umum. Dia sering kesulitan mendapatkan fasilitas kursi roda untuk memudahkan akses ke tempat tujuan.

Tergerak karena keprihatinan itu, maka Sukiyat ingin membantu fasilitas kursi roda di sejumlah fasilitas umum ( fasum) dan sejumlah masjid serta tempat ibadah lainnya.

Tidak kurang dari 100 kursi roda dibantukan ke sejumlah tempat ibadah dan tempat fasilitas umum, seperti terminal dan stasiun  untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi penyandang disabilitas atau masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Sukiyat menyerahkan bantuan 100 kursi roda itu di sejumlah fasilitas umum dan tempat ibadah yang diserahkan sendiri dimulai dari Masjid Agung Al Aqsha Klaten. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sukiyat dan diterima langsung Ketua Ta’mir Masjid Agung Al Aqsha, Mustari di pelataran masjid setempat.

Sukiyat mengatakan, Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah mengatur mengenai hak keagamaan bagi difabel.

“Difabel memiliki hak untuk memperoleh kemudahan dan akses dalam memanfaatkan tempat peribadatan di manapun mereka berada. Difabel berhak mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan pada saat menjalankan ibadat menurut agama dan kepercayaannya,” ujarnya.

Sukiyat menambahkan, aksesibilitas sebenarnya tidak hanya terbatas pada bangunan fasilitas umum saja. Tetapi juga mencakup lingkungan di sekitarnya.

“Sesungguhnya ada empat variabel penting aksesibilitas yang dibuktikan dengan kemudahan untuk dapat menuju,  mencapai,  memasuki, dan  menggunakan tempat-tempat ibadah dan fasum lainnya. Dan kenyataannya, untuk menuju ke ruang utama di sejumlah masjid dan tempat ibadah lainnya bagi difabel saja masih banyak terhalang oleh banyak hal di sekitar masjid dan tempat lainnya yang masih belum memiliki guiding block dan sarana penunjang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ta’mir masjid Agung Al-Aqsha Klaten Mustari mengakui, pihak takmir masjid telah mengakomodasi aksesibilitas tempat ibadah bagi difabel di masjid Agung Al-Aqsha ini. “Namun memang belum dilengkapi sarana penunjang seperti kursi roda,” ucapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *