Saturday, 24 Aug 2019


Polres Klaten Tangkap 7 Pengedar Pil Dan Sabu

Wakapolres Klaten Kompol Zulfikar Iskandar saat konferensi pers tentang penangkapan tersangka pengedar narkoba di Mapolres Klaten pada Selasa (18/06/2019) pagi.

WartaKita.org – Satuan Reserse Narkoba Polres Klaten berhasil menangkap tujuh pengedar narkoba berupa sabu dan pil asal Kabupaten Klaten selama bulan Mei 2019 ini.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sabu seberat 1,07 gram dan pil trihex sebanyak 1.448 butir.

Wakapolres Klaten Kompol Zulfikar Iskandar dalam konferensi pers pada Selasa (18/06/2019) pagi menjelaskan, dari ketujuh tersangka tersebut, tiga orang merupakan pengedar sabu. Sedangkan 4 orang lainnya adalah pengedar pil trihex.

Penangkapan pertama dilakukan pada 3 Mei 2019. Polisi berhasil mengamankan seorang pengedar sabu berinisial SM (37) warga Desa Duwet, Kecamatan Wonosari. Ia ditangkap saat hendak mengirimkan barang.

Dari hasil pengembangan, sehari kemudian polisi kembali menangkap pengedar sabu berinisial (SS) warga Desa Pepe, Kecamatan Ngawen. Pelaku ditangkap saat mengirimakan paket sabu kepada SB (45) warga Kecamatan Klaten Selatan. Keduanya kemudian digelandang ke Mapolres beserta sabu yang dibawanya.

“Jadi untuk yang tersangka sabu ini rata-rata pengedar dan pengguna. Dan pekerjaannya adalah pengangguran. Maka memang tidak ada kerjaan,” katanya.

Kompol Zulfikar Iskandar menyampaikan, dari hasil pengakuan ketiga pelaku ini mereka memperoleh barang haram tersebut diduga dikirim dari Lapas Nusakambangan, Cilacap.

Pada waktu yang berbeda polisi juga mengamankan empat pengedar pil trihex. Mereka adalah AT (20) warga Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, FA (21) warga Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, WI (19) warga Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, dan MY (20) warga Desa Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara.

Mereka ditangkap pada waktu yang bersamaan pada 10 Mei 2019. Dari hasil pengakuan tersangka, mereka memperoleh pil tersebut dari Semarang. Adapun sasaran peredarannya rata-rata para pemuda, bahkan ada juga yang pelajar. Sementara dalam menjalankan bisnis haram itu diakui sudah selama 1- 1,5 tahun.

Atas perbuatannya, tersangka pengedar sabu dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan. Sedangkan tersangka pil dijerat Pasal 197 Sub Pasal 196 Undang Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *