Saturday, 24 Aug 2019


Polres Klaten Bongkar Peredaran Pil Trihex

Wakapolres Klaten Kompol Hari Sutanto dan jajaran Sat Res Narkoba menunjukkan barang bukti.

Wartakita.org – Perang terhadap narkoba terus dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Klaten. Pada bulan Februari 2018 ini, Polres Klaten berhasil membongkar peredaran narkotika jenis pil trihex.

Polisi mengamankan sebanyak tiga tersangka pengguna sekaligus pengedar pil. Ironisnya, satu dari tiga pelaku itu masih berstatus sebagai pelajar aktif salah satu SMK di Klaten.

Saat press release Sat Res Narkoba Polres Klaten hasil ungkap bulan Februari 2018 pada Kamis (1/3/2018), Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Wakapolres Kompol Hari Sutanto menyampaikan, pelajar berinisial RA (19) diamankan bersama dua rekannya, yaitu AF (22) dan ST (27) di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten pada Kamis (8/2/2018) lalu.

“Dari tangan pelaku, aparat kepolisian menyita barang bukti berupa pil trihex sebanyak 11.217 butir dan tiga buah handphone. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat. Dari tiga tersangka itu, satu orang masih berstatus pelajar. Sedangkan dua lainnya adalah pengangguran,” katanya.

Wakapolres Kompol Hari Sutanto menyatakan, dari hasil pemeriksaan polisi, peran RA sebagai pengedar pil ini sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. Bahkan, dia juga sering mengkonsumsi barang tersebut sebagai pengganti obat penenang. “Sekali minum, dia mengaku bisa menelan sebanyak 5-10 butir pil trihex,” ujarnya.

Kompol Hari Sutanto menjelaskan, biasanya pil tersebut dijual dalam bentuk kemasan plastik klip berisi rata-rata 5-10 butir. Pil tersebut biasa diedarkan oleh para tersangka kepada sopir truk yang melintas. Modus yang digunakan yakni berjualan dengan sembunyi-sembunyi pada saat malam hari. Karena pada saat itu banyak truk yang melintas untuk mengangkut material.

“Selain tiga tersangka itu, polisi juga berhasil mengamankan empat tersangka pengguna sabu yakni DR (27), AV (25), LM (27), dan BI (21). Mereka diamankan saat melakukan pesta sabu di sebuah rumah di Dukuh Jaten, Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung pada Jumat (2/2/2018) lalu. Dari tangan mereka, polisi hanya menemukan sejumlah alat penghisap sabu,” paparnya.

Kini, ketiga tersangka pengedar pil itu mendekam di ruang tahanan Polres Klaten. Mereka dijerat dengan pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara. Sementara keempat pengguna sabu menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *