Wednesday, 3 Jun 2020


Polres Klaten Bongkar Peredaran Narkoba Di Lapas, Sabu Dikirim Lewat Paket Makanan

Kasat Reserse Narkoba Polres Klaten AKP Mulyanto saat konferensi pers ungkap kasus peredaran narkoba, Rabu (20/6/2020).

WartaKita.org – Polres Klaten berhasil membongkar peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Klaten, belum lama ini.

Satu tersangka yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu diamankan polisi setelah kedapatan mengirim paket sabu lewat paket makanan kedalam Lapas Klaten.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Klaten AKP Mulyanto saat konferensi pers, Rabu (20/6/2020) menjelaskan, tersangka Wahyu Nugroho Dwi Prayitno (23) alias Femo mengirimkan paket narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu dan inex dengan cara memasukan paket tersebut ke dalam leher kepala ayam yang sudah dimasak yang akan dikirimkan kepada tersangka Jujuk Haryanto (37), warga binaan Lapas Klaten.

Namun apesnya, saat pemeriksaan di ruang pendaftaran dan penggeledahan di Lapas Klaten, petugas berhasil menemukan paket makanan berisi sabu dan inex. Kemudian, petugas melaporkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Klaten.

“Tersangka Femo mengirimkan paket makanan. Dan di dalam leher ayam itu diisi narkoba jenis sabu dan inex yang dipesan oleh salah satu tersangka yang menjadi warga binaan di Lapas Klaten. Saat diperiksa, ternyata petugas mendapatkan, jika di dalam leher ayam itu ada narkoba,” katanya.

Kasat Reserse Narkoba AKP Mulyanto menyampaikan, mendapat laporan dari petugas Lapas Klaten, satuan reserse narkoba langsung menuju ke Lapas Klaten dan memastikan bahwa barang berupa makanan tersebut terdapat narkotika golongan I bukan tanaman yang dibawa oleh seorang pengunjung warga binaan.

Modusnya, didalam makanan tersebut diisi bungkusan isolasi kain warna coklat. Setelah dibuka, didalamnya ada potongan plastik bening berisi paketan yang dilakban coklat terbungkus tisu warna putih.

Setelah dilakukan pengembangan, akhirnya, tersangka Femo, si pengantar makanan tersebut berhasil diamankan oleh petugas di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY.

Tersangka Femo mengaku nekat mengantarkan sabu ke Lapas Klaten karena ingin membalas hutang budi kepada tersangka Jujuk Haryanto.

“Ini saya lakukan karena ingin membalas budi kepada Mas Jujuk Haryanto. Karena saya pernah hutang budi padanya,” ucapnya.

Petugas akhirnya mengamankan tersangka berikut barang bukti berupa  empat plastik klip yang didalamnya berisi serbuk kristal warna putih yang diduga Narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat masing-masing 2,82 gram, 1,04 gram, 0,98 gram, dan 0,94 gram ditimbang beserta pembungkusnya, serta satu plastik klip kecil yang didalamnya berisi 4 butir pil warna hijau bentuk menyerupai huruf B dengan berat 1,77 gram ditimbang beserta pembungkusnya, dan sebuah handphone.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) jo pasal 144 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *