Monday, 23 Nov 2020


Physical Distancing, ASMI Santa Maria Yogyakarta Adakan Seminar “STAYSAFE, TO FIGHT COVID-19” Secara Online

Seminar online di Kampus ASMI Santa Maria Yogyakarta, Selasa (14/4/2020).

WartaKita.orgBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ASMI Santa Maria Yogyakarta mengadakan seminar online pada Selasa (14/4/2020).

Seminar yang dilakukan melalui media sosial Group WhatsApp (WA) ini membahas tentang wabah Corona Virus Desease (COVID-19).

Seminar diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sekretari, Manajemen Perusahaan, dan Hubungan Masyarakat semester II dan IV, Pengurus BEM periode 2020/2021, dan para dosen. Total ada 155 mahasiswa dan 14 dosen yang mengikuti seminar online ini.

Ketua BEM ASMI Santa Maria Yogyakarta Chicilia Rosa Linda Keban menyampaikan, seminar online dengan tema “#STAYSAFE, TO FIGHT COVID-19” ini bertujuan agar seluruh peserta dapat mencerna dan memahami bahwa kaum milenial juga dapat berperan penting dalam menuntaskan persoalan pandemi covid-19.

“Mari kita luangkan dan tuangkan buah pemikiran kita di masa muda ini dengan hal-hal positif guna membangun kepribadian yang lebih baik dan haus akan sebuah proses,” katanya.

Sedang narasumber seminaronline adalah Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar dr Dito Anurogo, M.Sc.

Dalam seminar online ini dr Dito memberikan materi dengan cara yang menarik. Diawali dengan pre test, pembagian materi, diskusi interaktif, dan post test diakhir seminar.

dr Dito menjelaskan, cara pencegahan virus corona yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan orang terinfeksi virus ini, yaitu pertama, rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60 persen setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.

Kedua, menerapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Ketiga, menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.

“Dan keempat, tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah,” jelas dr Dito.

Sementara itu Direktur ASMI Santa Maria Yogyakarta Yohannes Suraja mengatakan acara seminar online yang diselenggarakan BEM ini merupakan bentuk kreativitas yang layak diapresiasi.

Materinya up to date sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa sejagat saat ini yaitu tentang pandemi Covid-19. Materi dibahas tuntas oleh seorang dokter yang profesional. Banyaknya peserta menunjukkan besarnya antusiasme dosen dan mahasiswa untuk memahami masalah pandemi tersebut.

Media online yang dipilih juga menunjukkan bahwa BEM sebagai penyelenggara, serta dosen dan mahasiswa sebagai peserta dapat menggunakan teknologi yang super smart untuk belajar dan meningkatkan wawasan pengetahuan yang penting untuk hidup dan kehidupan ini.

“Khusus untuk para mahasiswa saya berharap, setelah acara seminar ini semakin dapat menjaga diri agar tetap sehat dan bisa mencegah tidak terpapar virus corona dengan tetap belajar di rumah, memakai masker jika keluar dari rumah dan selalu jaga kebersihan diri tangan, muka, badan dan pakaian,” katanya.

Yohannes Suraja mengungkapkan, mahasiswa bisa maju dengan belajar dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi khususnya di masa dimana harus melakukan social and physical distancing yang tidak memungkinkan perkuliahan dan praktik secara klasikal.

“Dan jangan lupa, mahasiswa harus selalu berdoa dan bersyukur serta memohon berkat dan anugerah hidup sehat dan selamat dari Tuhan. Juga terus mohon ditambah anugerah kebijaksanaan dan pengetahuan untuk bisa semakin maju sebagai pribadi dan siap ikut memajukan kehidupan bersama demi kesejahteraan semua,” pesannya. (Chicilia Rosa Linda Keban, Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta, Jurusan Public Relations/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *