Saturday, 18 Jan 2020


Personal Branding Itu Penting Lho…

BANYAK FAKTOR yang dibutuhkan untuk menunjang sebuah kesuksesan karir. Salah satunya adalah personal branding.

Personal Branding merupakan persepsi, pendapat, atau kesan seseorang terhadap diri kita. Namun  faktanya, banyak yang menganggap bahwa personal branding dibutuhkan hanya untuk orang yang berprofesi sebagai public figure. Padahal anggapan tersebut sebenarnya salah. Mengapa?

Karena personal branding dibutuhkan oleh semua pribadi, karena setiap pribadi berbeda dan mempunyai panggungnya sendiri untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Personal branding sangat berkaitan dengan reputasi. Apabila seseorang mempunyai reputasi baik, maka  dapat memudahkan seseorang dalam melakukan interaksi sosial dan mem-branding dirinya sendiri kepada orang-orang.

Personal branding tidak dimiliki semua orang. Tetapi orang yang sukses pasti memiliki personal branding yang bagus.

Personal branding yang ditampilkan dari dalam diri kita, bisa menjadi positif atau negatif, tergantung bagaimana kita ingin menampilkannya. Personal branding mirip seperti “aura” yang kita miliki dari dalam diri kita. Yang nantinya orang akan melihat aura itu, dan menilai serta menggambarkan tentang diri kita dalam pikiran mereka.

Pastinya kita berharap adanya “ aura” positif yang ada di pikiran orang, ketika mereka menggambarkan dan menilai diri kita. Oleh karena itu, kita harus membangun aura yang positif.

Untuk menciptakan personal branding yang bagus, haruslah kita membangun “karakter” diri kita. Dan usahakan orang lain tahu apa karakter Anda itu. “Karakter” biasanya berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari, profesi, tingkah laku dalam berinteraksi, dan lain-lain.

Dalam membangun sebuah karakter kita harus berhati-berhati dalam mengeluarkan “karakter” yang kita inginkan, karena “karakter” akan menunjukan apakah kita dinilai sebagai seseorang yang positif atau negatif.

Oleh karena itu jadilah pribadi yang menonjol dalam hal yang positif. Karena orang-orang yang memiliki personal branding bagus biasanya lebih menonjol dibandingkan mereka yang tidak memiliki  dan memiliki nilai lebih karena orang-orang menganggap kita sebagai pribadi yang baik dan disukai banyak orang.

Seseorang yang memiliki personal branding bagus biasanya punya banyak teman dan sahabat. Oleh karena itu, buatlah selalu hubungan yang baik dengan siapa saja. Orang yang punya personal branding bagus, biasanya juga cenderung “dicari” orang; baik head-hunter, klien, maupun yang sekadar sharing ilmu.

Seseorang yang memiliki personal branding bagus, mereka mempunyai modal untuk bisa mengelola atau punya perusahaan. Oleh karena itu, jika kita memiliki personal branding yang bagus, maka Company Branding-nya akan ikut menjadi bagus.

Seseorang  yang memiliki personal branding bagus juga harus suka “berbagi”, walau sekadar berbagi ilmu. Jangan biarkan sifat pelit tumbuh dari dalam diri kita karena dapat merusak aura dari personal branding tersebut. Bagikanlah hal-hal yang berguna untuk sesama.

Acuan bahwa personal branding kita berhasil adalah bagaimana di luar sana orang menceritakan tentang diri kita. Apakah hal-hal yang bagus atau tidak. Dengan personal branding yang bagus, maka kita akan mudah mempengaruhi orang, karena orang percaya dengan Anda.

Perlunya personal branding dalam menigkatkan karir dalam bekerja menjadi faktor yang sangat penting di zaman sekarang. Apalagi dengan adanya social media yang tumbuh dengan cepat. Dari social media tingkah laku seseorang akan bisa tergambarkan dan orang bisa menilai personal branding dari kita baik atau buruk. Karena di zaman sekarang banyak orang yang mengekspresikan setiap hal yang dilakukan dimasukan kedalam social media.

Sebagai contoh, jika kita sedang mengalami masalah yang sedang menggangu pikiran kita yang menyebabkan kita emosi, kita secara langsung menulis di social media dengan membuat status yang menggambarkan kita sedang emosi.

Sebenarnya penggunaan social media itu bagus untuk membantu meningkatkan interaksi sosial kita terhadap orang-orang yang jauh dari tempat kita berada. Namun jangan sampai dengan adanya social media kita bisa “cap” oleh orang banyak sebagai pribadi yang kurang baik.

Karena banyak perusahaan-perusahaan zaman sekarang dalam perekrutan karyawannya, Human Resource Departement (HRD) perusahaan akan mengecek social media kita. Dan di sana nanti akan dilihat personal branding kita dalam setiap aktivitas kita.

Bisa saja hanya karena sering mengeluh di social media kita bisa dinilai perusahaan sebagai pribadi yang kurang baik yang bisa menyebabkan diri kita tidak bisa diterima dalam bekerja di perusahaan tersebut.

Dalam mem-branding, ada seseorang yang secara alami mem-branding dirinya tanpa disadari. Namun ada juga yang secara sengaja menciptakan personal branding-nya untuk mencapai hal tertentu.

Nah, bagaimana cara membentuk personal branding?

Pertama, mengenali diri sendiri sebelum memperkenalkan kepada orang lain. Langkah pertama ini sangatlah penting untuk mengenal dan mengetahui siapakah diri kita, apa yang kita sukai, atau passion sangat penting untuk kita ketahui pada langkah pertama ini.

Kedua, membuat media untuk memperkenalkan kepada orang lain. Buatlah media untuk mem-branding diri kita. Contohnya, kita dapat menggunakan social media sebagai alat utuk mem-branding.

Ketiga, komunikasikan kepada masyarakat luas menggunakan media yang telah dibuat.

Keempat, memelihara atau menjaga branding yang sudah kita buat.

Sesuatu hal jika tidak di jaga maka akan cepat punah. Begitu pula dengan personal branding. Jika kita tidak ingin personal branding kita cepat punah, maka kita harus mampu memelihara atau menjaga apa yang sudah kita bangun supaya orang-orang di sekitar kita akan selalu percaya kepada diri kita dan brand kita.

Wida Manggalya Murti

Mahasiswa Prodi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *