Wednesday, 17 Jul 2019


Peringati 13 Tahun Gempa, Warga Gantiwarno Diajak Waspada Dan Makin Bertaqwa

Acara dzikir dan sholawat di Lapangan Desa Geseikan, Sabtu (22/6/2019) malam.

WartaKita.org – Ribuan umat Islam Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten dan sekitarnya mengikuti dzikir dan sholawat  dalam rangka memperingati 13 tahun gempa bumi 27 Mei 2006 di Lapangan Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Sabtu (22/6/2019) malam. 

Kegiatan dzikir dan sholawat ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia damai dan merenungkan serta mengambil hikmah dari peristiwa gempa bumi yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Jawa Tengah dan DIY itu.  

Sedang tema kegiatan dzikir dan sholawat ini adalah “NKRI harga mati, umat Islam bersatu”.  

Acara dzikir dan sholawat malam itu dihadiri Habib Idrus Bin Alwy Al Bahr dari Pekalongan, Bupati Klaten Sri Mulyani yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  Kabupaten Klaten Amin Mustofa, Muspika Gantiwarno, para Kades, takmir masjid, ormas Islam, jamaah, dan undangan lainnya.  

Juga hadir KH Ali Mas’udi dari Grobogan yang membawakan mauidhoh hasanah. 

Dalam laporan Ketua panitia yang juga Kepala Desa Gesikan, Rakata Sinus Ika menyampaikan, kegiatan dzikir dan sholawat ini bertujuan untuk pertama, mengingat kembali dan mengambil hikmah dari peristiwa gempa bumi 27 Mei 2006. Kedua, menjalin ukhuwah islamiyah antar umat Islam. Dan ketiga, meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kecamatan Gantiwarno 

“Dengan kegiatan dzikir dan sholawat ini diharapkan warga di Kecamatan Gantiwarno selalu ingat dan waspada, bahwa kita ini hidup di daerah yang “rawan bencana”. Maka ada baiknya kalau kita selalu siap dan waspada. Karena yang namanya bencana itu bisa terjadi atau datang kapan saja. Tidak hanya bencana gempa bumi. Tetapi bencana yang lain seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan lainnya,” katanya. 

Sedang Bupati Klaten dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Klaten Amin Mustofa menyatakan, melalui dzikir umat meminta agar Allah mengaruniakan keberkahan dan kesejahteraan. Dengan berdzikir  dan bersholawat, umat diharapkan menjadi insan yang semakin beriman dan bertaqwa 

“Kita berdoa kepada Allah, semoga masyarakat Kabupaten Klaten selalu dijauhkan dari segala bencana. Kita juga memohon, agar masyarakat dimampukan untuk mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” harap bupati.   

Acara dzikir dan sholawat di Lapangan Desa Gesikan ini berlangsung khitmad. Ribuan umat Islam mengikuti dzikir dan sholawat dengan antusias dari awal hingga berakhirnya acara. (L Sukamta) 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *