Tuesday, 19 Nov 2019


Percepat Terapkan E–Court, Pengadilan Negeri Klaten Adakan Bintek

Ketua Pengadilan Negeri Klaten Albertus Usada (baju orange, berdiri) saat mendampingi peserta bintek E-Court – E-Litigasi di ruang sidang utama, Jumat (8/11/2019) pagi.

WartaKita.org – Aplikasi Pengadilan Elektronik atau E-Court diluncurkan oleh Ketua Mahkamah Agung RI M Hatta Ali di Balikpapan pada Jumat (13/7/2018) silam.

E-Court Mahkamah Agung RI adalah layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online, pembayaran secara online, pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik, dan persidangan yang dilakukan secara elektronik.

E-Court Mahkamah Agung RI ini mencakup layanan E-Filing (Pendaftaran Perkara Online di Pengadilan), E-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online), E-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online), dan E-Litigation (Persidangan secara Online). Keempat jenis layanan ini bisa diakses di situs ecourt.mahkamahagung.go.id.

Ketua Mahkamah Agung RI M Hatta Ali berharap, aplikasi E-Court ini bisa segera diterapkan di seluruh pengadilan di Indonesia.

Menanggapi harapan dari Ketua Mahkamah Agung RI ini, maka Pengadilan Negeri Klaten mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) tentang E-Court – E-Litigasi (Persidangan secara Online) di ruang sidang utama PN Klaten pada Jumat (8/11/2019) pagi.

Bintek E-Court – E-Litigasi ini dikuti oleh seluruh Hakim, Panitera, Panitera Pengganti, Juru Sita, dan Juru Sita Pengganti.

Ketua Pengadilan Negeri Klaten Albertus Usada menyampaikan, bintek E-Court – E-Litigasi ini merupakan implementasi dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan yang disahkan pada tanggal 29 Maret 2018.

“Tujuan bintek E-Court – E-Litigasi ini untuk memberikan pemahaman kepada seluruh unit kerja tentang teknis penerapan E-Court dan E-Litigasi di Pengadilan Negeri Klaten. Sehingga jika dimungkinkan, maka penerapan  E-Court dan E-Litigasi di Pengadilan Negeri Klaten akan dapat dipercepat pada akhir tahun ini,” katanya.

Albertus Usada menjelaskan, E-Court ini mengatur mulai dari pengguna layanan administrasi perkara, pendaftaran administrasi perkara, pemanggilan para pihak, penerbitan salinan putusan, dan tata kelola administrasi serta pembayaran biaya perkara yang seluruhnya dilakukan secara elektronik atau online saat mengajukan permohonan atau gugatan perkara perdata, agama, dan tata usaha negara yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan.

“E-Court ini untuk memperlancar proses administrasi dan pelayanan peradilan bagi pencari keadilan. Karena selama ini, untuk mendaftarkan perkara, setiap pemohon atau penggugat atau diwakili yang advokat harus datang ke pengadilan,” ujarnya.

Albertus Usada menyatakan, untuk pembayaran biaya perkara pun kini semakin mudah. Karena terhubung dengan sistem E-Payment yang pembayarannya ditujukan ke rekening pengadilan melalui saluran pembayaran elektronik yang tersedia.

Terkait, Hakim Pengadilan Negeri Klaten Douglas Napitupulu mengaku senang dengan diadakannya bintek E-Court – E-Litigasi ini. “Bintek E-Court – E-Litigasi ini akan sangat membantu tugas saya sebagai hakim di PN Klaten,” ucapnya.

Sementara itu Panitera Muda Perdata di Pengadilan Negeri Klaten Suhartono mengatakan, bintek tentang E-Court – E-Litigasi ini sangat diperlukan agar seluruh perangkat di PN Klaten memiliki kesiapan untuk menerapkan E-Court.

“Kami mengapresiasi kerja cepat Pak Ketua PN Klaten yang telah mengadakan bintek tentang E-Court – E-Litigasi ini. Semoga Pengadilan Negeri Klaten dapat selangkah lebih maju dalam menanggapi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan,” harapnya. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *