Wednesday, 3 Jun 2020


Penuhi Gizi Keluarga, KWT Berkah Rejeki Tambak Kembangkan Budidaya Ikan Dalam Ember

Aktifis KWT Berkah Rejeki Desa Tambak saat memantau Budikdamber, Minggu (17/5/2020).

WartaKita.org – Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Rejeki Desa Tambak, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten  membuat kegiatan inovatif untuk menunjang ketahanan pangan keluarga di tengah pandemi Covid-19 ini.

Mereka membuat budidaya ikan dalam ember atau disingkat Budikdamber.

Selain untuk menunjang ketahanan pangan keluarga, kegiatan Budikdamber ini juga untuk mengenalkan budidaya ikan dan tanaman terutama sayur pada anak-anak.

Aktifis KWT Berkah Rejeki Dukuh Kragilan, Desa Tambak, Ny Joko yang didampingi Sri Rahayu saat menerima kunjungan umat dari Paroki Wedi, Minggu (17/5/2020), menyampaikan, Budikdamber merupakan inovasi dari kegiatan KWT desa setempat.

Awalnya, KWT Berkah Rejeki mengelola kebun sayuran organik. Berbagai tanaman sayur ditanam di kebun kelompok dan  pekarangan milik anggota. Tanaman sayur itu ditanam langsung di tanah dan di polybag. Seiring perjalanan waktu, maka muncullah ide untuk membuat budidaya ikan dalam ember ini.

Mereka manfaatkan kembali barang bekas yang biasanya dibuang, seperti gelas plastik dan ember bekas. Gelas plastik itu diberi media tanam seperti arang kayu, arang sekam, atau sabut kelapa. Kemudian di gelas plastik yang telah dilubangi di bagian bawahnya itu diberi benih kangkung, bayam, sawi, seledri, dan lainnya. Gelas plastik itu lalu diberi kawat pengait dan ditaruh di ember bekas yang telah diberi air dan bibit ikan lele.

“Dalam 1 ember bisa diberi 50 bibit ikan lele dan dikaitkan 15 gelas plastik. Lele bisa dipanen sekitar 3 bulan. Sedang kangkung, bayam, sawi, dan seledri bisa dipanen setiap saat tergantung keperluan,” katanya.

Ny Joko menjelaskan, budikdamber ini mempunyai banyak kelebihan.

Pertama, modalnya kecil atau irit. Apalagi kalau mau memanfaatkan limbah barang bekas yang ada.  Kedua, perawatannya gampang. Karena siapa saja bisa melakukannya. Ketiga, tidak butuh banyak tempat. Sehingga setiap rumah bisa membuatnya.

“Dalam budikdamber ini kita bisa memelihara dan (nantinya) memanen ikan lele dan berbagai sayuran organik yang menyehatkan tubuh. Kita juga bisa memanfaatkan barang bekas sehingga ikut andil dalam menjaga kebersihan dan lingkungan. Sehingga kita selalu berprinsip: sehat sayurku, sehat keluargaku,” ucapnya.

Upaya pemenuhan pangan keluarga dengan cara budikdamber ini perlu dilakukan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Kalau dalam satu keluarga (minimal) ada satu ember untuk budikdamber, maka bisa mendukung pemenuhan gizi keluarga. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *