Sunday, 15 Dec 2019


Pemkab Klaten Apresiasi Warga KeturunanTionghoa Dalam Nguri-Uri Budaya Jawa

Pentas ketoprak “Rebut Kuwasa” di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu (10/3/2018) malam.

Wartakita.org – Perkumpulan Darma Bakti (PDB) Klaten menggelar ketoprak dengan judul “Rebut Kuwasa” di Aula SD Kristen 3 Klaten pada Sabtu (10/3/2018) malam.

Pagelaran ketoprak yang disutradari Bondan Nusantara ini boleh dibilang unik. Ini karena, 90% dari 50 pemainnya diperankan oleh warga keturunan Tionghoa.

Dari sekian pemain ketoprak itu, ada satu pemain yang menarik perhatian penonton, yaitu Huang Hua. Dia adalah mantan juara dunia bulutangkis putri dari Tiongkok pada era- 1980 dan 1990. Huang Hua merupakan musuh bebuyutan atlit bulutangkis putri dari Indonesia, Susi Susanti.

Dengan balutan kebaya putih dan kain jarik coklat, Huang Hua tampil memukau penonton dengan bahasa campuran Jawa, Indonesia dan Mandarin. Dengan penampilannya yang “heboh” itu dia menjadi pusat perhatian dan mengundang tawa para penonton.

Usai tampil nge-toprak, Huang Hua menyatakan, tidak ada kesulitan yang berarti saat dia main ketoprak. Bahkan, dia merasa santai dan sangat menikmati penampilannya itu.

“Kami persiapan selama tiga bulan sebelum pentas (ketoprak),” katanya.

Istri pengusaha asal Klaten, Tjandra Budi Darmawan itu berharap, dengan pentas ketoprak ini, warga keturunan Tionghoa bisa lebih membaur dengan masyarakat Jawa.

Sedang Ketua PDB Klaten Agus Handoyo menyatakan, gelaran ketoprak pada malam itu juga sekaligus untuk mengukuhkan pengurus PDB Klaten periode 2017-2022. Selama ini, PDB Klaten bergerak di bidang sosial, olahraga, kesenian, dan kedukaan.

“Pentas ketoprak ini adalah wujud pembuktian kami kepada warga Klaten tercinta. (pentas ketoprak) Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk ikut terlibat dalam kegiatan di masyarakat. Kami juga akan ikut serta dalam upaya melestarikan seni dan budaya yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengapresiasi baik upaya yang telah dilakukan PDB Klaten, terutama dalam bidang seni dan budaya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, saya mengapresiasi pentas ketoprak ini. Ini adalah upaya nyata masyarakat dalam ikut nguri-uri budaya Jawi,” ucapnya. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *