Saturday, 24 Aug 2019


Pemkab Berkomitmen, Klaten Harus ODF Pada Tahun 2019

Bupati Klaten Sri Mulyani saat mendeklarasikn salah satu desa ODF.

Wartakita.org  – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten saat ini bekerja keras untuk mewujudkan Kabupaten Klaten sebagai Kabupaten ODF atau Open Defecation Free yakni sebuah kabupaten yang semua warganya sudah tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Cahyono Widodo, MKes didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Klaten dr Sri Sundari Indriastuti, MKes di Klaten, belum lama ini.

“Sampai awal November 2018 ini, dari 401 jumlah desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Klaten, ada sebanyak 57,86 persen desa atau kelurahan atau 232 desa yang sudah sebagai desa ODF,” katanya.

dr Cahyono Widodo menyatakan, Dinas Kesehatan Klaten memprogramkan dapat mendeklarasikan Klaten sebagai Kabupaten ODF pada awal tahun 2019 mendatang atau lebih cepat dari harapan Bupati Klaten Sri Mulyani agar Klaten sebagai Kabupaten ODF pada tahun 2020.

“Dinkes Kabupaten Klaten hampir tiap hari melakukan verifikasi desa ODF untuk dapat mengejar target agar awal tahun 2019 Klaten dapat dideklarasikan sebagai kabupaten ODF. Sebab sampai saat ini masih ada 169 desa atau kelurahan di Kabupaten Klaten atau sekitar 42,14 persen desa atau kelurahan yang belum ODF.  Untuk itu, Dinkes Kabupaten Klaten terus berupaya dan bekerja keras agar pada awal tahun 2019, semua desa atau kelurahan di Kabupaten Klaten sudah ODF,” harapnya.

Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten berkomitmen bisa mendeklarasikan Kabupaten Klaten sebagai Kabupaten ODF pada tahun 2019.

Sedang Kabid Kesehatan Masyarakt Dinkes Klaten dr Sri Sundari Indriastuti, MKes menjelaskan, jika dilihat dari tingkat kecamatan, dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten, hingga awal November 2018 ini sudah ada 9 kecamatan yang sudah sebagai kecamatan ODF. Artinya, semua desa di 9 kecamatan itu juga sudah sebagai desa/kelurahan ODF. Sembilan kecamatan yang sudah sebagai kecamatan ODF itu yakni Kecamatan Cawas, Bayat, Kebonarum, Gantiwarno, Manisrenggo, Kalikotes, Prambanan, Karangdowo, dan Delanggu.

Sehingga masih ada 17 kecamatan lagi yang harus dipacu agar segera dapat menjadi kecamatan ODF. Ke 17 kecamatan yang belum ODF tersebut yakni Kecamatan Wedi (dari 19 desa baru 10 desa yang menjadi desa ODF), Trucuk (dari 18 desa baru 11 desa), Jogonalan (dari 18 desa baru 11 desa), Karangnongko dari (14 desa baru 5 desa), dan Ngawen (13 desa baru 1 desa).

Selain itu juga Kecamatan Ceper (dari 18 desa baru 7 desa), Pedan (dari 14 desa baru 1 desa), Juwiring (dari 19 desa baru 9 desa), dan Wonosari (dari 18 desa baru 1 desa). Selanjutnya, Kecamatan Polanharjo (dari 18 desa baru 3 desa), Karanganom (dari 19 desa baru 4 desa), Tulung (dari 18 desa 2 desa), Jatinom (dari 18 desa baru 9 desa), dan Kemalang (dari 13 desa sudah 12 desa).

“Untuk kecamatan yang ada di Kota Klaten juga harus bekerja ekstra keras karena masih banyak desa atau  kelurahan yang belum ODF. Seperti Kecamatan Klaten Selatan dari 12 desa atau kelurahan baru 5 desa atau kelurahan, Klaten Tengah dari  9 desa atau kelurahan baru 4 desa atau kelurahan, dan Kecamatan Klaten Utara dari 8 desa atau kelurahan baru 3 desa atau kelurahan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Muyani di banyak kesempatan berharap, Pemkab Klaten dapat mendeklarasikan sebagai Kabupaten ODF pada tahun 2020 nanti. “Tetapi kalau bisa lebih cepat (pada tahun 2019), itu lebih baik,” tandasnya. (adv)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *