Friday, 26 Feb 2021


Peduli Warga Terdampak Sumur Ambles Di Jungkare, PDA Klaten Berikan Bantuan

Ibu-ibu Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Klaten saat memberikan bantuan partisipasi kepada sejumlah warga terdampak sumur ambles di Desa Jungkare, Senin (22/2/2021).

WartaKita.org – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Klaten memberikan bantuan partisipasi kepada sejumlah warga terdampak sumur ambles di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Senin (22/2/2021).

Kepala Desa Jungkare Wakhid Mukhsin menyampaikan, belasan sumur gali tersebut ambles secara bertahap sejak dua pekan terakhir.

“Peristiwa sumur ambles itu terjadi sudah dua minggu lalu. Tidak bersamaan, tetapi mulai minggu yang lalu terus bertambah sampai hari ini,” katanya.

Hasil pantauan  di lokasi, sumur warga yang ambles berada di permukiman padat. Mayoritas sumur tersebut berupa sumur gali di luar rumah.

Sumur beserta temboknya masuk ke tanah sehingga yang tampak hanya lubang di permukaan. Sebagian besar lubang yang ambles tersebut sudah ditutup tanah meskipun tidak merata dengan permukaan tanah.

Kades Wakhid Muchsin menjelaskan, dari data sementara, ada 12 sumur yang ambles. Delapan sumur diantaranya tanahnya sudah ambles, dan empat sumur lainnya menunjukkan tanda retak-retak.

“Jumlahnya ada 12 sumur. Delapan sumur sudah runtuh tanah dan bangunannya. Sedangkan empat sumur lainnya masih gejala retak,” ujarnya.

Muchsin mengatakan, curah hujan yang tinggi diduga menjadi penyebabnya. Hujan deras yang terjadi beberapa hari menyebabkan debit air di sumur naik.

“Curah hujan kali ini sangat tinggi. Sampai-sampai volume air di sumur naik 2 sampai 3 meter dari permukaan normal sehingga lapisan yang pasir tergerus,” jelasnya.

Sedang Kadus 2 Desa Jungkare Wakhid Hasyim menambahkan, sumur-sumur warga yang ambles itu berada di dua RT, yaitu RT 10 dan RT 11. Sumur-sumur itu merupakan sumur gali.

“Sumur ini adalah sumur gali. Sumur di sini tidak dipasang bus beton di bawahnya, tetapi hanya di atasnya saja,” terangnya.

Kadus Wakhid menyatakan, tidak adanya buis beton lingkaran di bagian bawah sumur menyebabkan tanah di bawah sumur rawan longsor. Apalagi curah hujan beberapa waktu belakangan ini sangat tinggi.

“Curah hujan beberapa Minggu terakhir di sini sangat tinggi. Sementara ini warga yang sumurnya rusak hanya mengungsi mandi,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang warga RT 10, Tulus Budiyono mengatakan, sumurnya ambles sedalam sekitar tiga meter pada Sabtu (13/2/2021) dini hari lalu. Sebelum ada suara dentuman, keluarganya juga mendengar suara gemericik dari dalam sumur sehingga keluarganya sempat waspada.

“Ada suara dentuman di sumur, dan kita semua di rumah bagian depan. Sebab sudah curiga sumur akan ambrol. Barang-barang sudah saya pindahkan semua. Dan ternyata benar, sumur saya ambles,” sambungnya.

Tulus pun mengaku was-was dengan peristiwa sumur ambles di rumahnya. Dia khawatir amblesnya sumur akan merambat ke bagian rumahnya yang lain.

“Ya, setelah ini kami resah, tidak tenang. Kadang ke rumah mertua, dan kadang pulang. Untuk sementara tidak ada tembok rumah yang retak,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Karanganom AKP Tri Harni Sugondho mengatakan, angggotanya bersama BPBD dan perangkat desa sudah mengecek lokasi. Sementara lokasi dipasangi garis polisi agar tidak membahayakan warga.

“Kita beri garis polisi (police line) untuk sementara agar tidak membahayakan warga,” ujarnya. (L Sukamta/mi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *