Monday, 21 Oct 2019


Peduli Warga, PT Rejeki Agung Mandiri Bantu Air Bersih Ke Tegalrejo, Gedangsari

Bos PT Rejeki Agung Mandiri, Kecik Sukamdi saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Tegalrejo, Selasa (8/10/2019) siang.

WartaKita.org – Dampak dari kemarau panjang yang terjadi belakangan ini telah dirasakan oleh warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Belakangan ini, warga Tegalrejo mengalami kekurangan air bersih.

Satu-satunya sumber air bersih di Tegalrejo pun belakangan mulai berkurang. Kalau pun masih ada airnya, tentu saja kualitasnya sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Bagi warga yang mampu, mereka dapat membeli air bersih dengan harga sekitar Rp 500 ribu per tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Tetapi bagi kebanyakan warga, mereka hanya “pasrah” dan memanfaatkan sumber air dari sungai yang melintas di Tegalrejo itu.

Keprihatinan yang dirasakan warga Tegalrejo ini mengundang kepedulian dan simpati dari PT Rejeki Agung Mandiri (RAM) yang beralamat di Dukuh Banjarejo, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Karenanya, PT Rejeki Agung Mandiri membantu air bersih sebanyak 40 tangki kepada warga Tegalrejo dan sekitarnya. Penyaluran air bersih mulai dilakukan pada Selasa (8/10/2019) siang.

Bos PT Rejeki Agung Mandiri Kecik Sukamdi menjelaskan, penyaluran air bersih ke Tegalrejo ini merupakan bentuk kepedulian mereka kepada warga yang mengalami kekurangan air bersih.

“Dulu daerah kami (Kecamatan Kemalang) juga merupakan daerah yang mengalami kekurangan air bersih. Tetapi sudah setahun ini bisa teratasi dengan adanya sumur dalam. Karena itu, kami menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Tegalrejo ini,” katanya.

Kecik Sukamdi menyatakan, pihaknya bisa merasakan bagaimana “penderitaan” warga yang mengalami kekurangan air bersih. Apalagi kabarnya, harga air bersih di sini sudah mencapai Rp 500 ribu per tangki dengan kapasitas 5.000 liter.

“Karena itu, kami peduli dan tergerak untuk membantu warga di sini. Semoga bantuan air bersih ini bisa meringankan beban warga di sini yang mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya.

Sedang Sugeng, warga Desa Tegalrejo mengaku bersyukur dengan adanya bantuan air bersih dari PT Rejeki Agung Mandiri ini. Karena dampak dari musim kemarau ini benar-benar dirasakan oleh warga di sembilan pedukuhan di Desa Tegalrejo.

“Ada enam pedukuhan yang sangat membutuhkan air bersih. Yaitu pedukuhan yang berada di “bagian atas”, seperti Ketelo, Ngipik, Harjosari, Cermo, dan lainnya,” paparnya.

Sugeng menambahkan, selama musim kemarau ini warga setempat memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga untuk minum ternak.

“Warga jarang membeli air bersih karena harganya sangat mahal. Maka kalau ada bantuan air bersih seperti ini, warrga baru bisa mendapatkan dan merasakan air bersih,” ucapnya bahagia. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *