Tuesday, 19 Nov 2019


Peduli Sesama, Jemaat GKJ Sumber Surakarta “Berbagi Kasih Air Bersih” Di Ponjong, Gunung Kidul

Jemaat Wilayah 5 GKJ Sumber saat mekalukan aksi sosial Berbagi Kasih Air Bersih di Padhukuhan Ngampelombo, Minggu (29/9/2019) pagi.

WartaKita.org – Krisis air bersih yang dialami oleh sebagian masyarakat Kabupaten Gunung Kidul, DIY menggerakkan hati banyak pihak untuk turun tangan membantu sesamanya.

Salah satu pihak yang peduli akan “keprihatinan” yang dialami masyarakat Gunung Kidul itu adalah Jemaat Wilayah 5 Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sumber, Surakarta.

Karena itu, Jemaat GKJ Sumber ini melakukan aksi sosial “Berbagi kasih air bersih” ke tiga desa di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Mereka memberikan bantuan air bersih sebanyak 30 tangki kepada warga yang mengalami krisis air bersih ini.

Pemberian air bersih secara simbolis dilakukan di Dusun Gimeng, Padhukuhan Ngampelombo, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong pada Minggu (29/9/2019) pagi.

Ketua Jemaat Wilayah 5 GKJ Sumber, Yosia didampingi Bambang Subekti dan Hantoro menyampaikan, aksi sosial “Berbagi kasih air bersih” ini ditujukan untuk masyarakat tiga desa di Kecamatan Ponjong, yaitu Desa Kenteng (di Padhukuhan Bentar), Desa Tambak Romo (di Padhukuhan Bulurejo dan Kanigoro), dan Desa Sumbergiri (di Padhukuhan Ngampelombo yang meliputi Dusun Ngampelombo dan Gimeng).

“Aksi sosial Berbagi Kasih Air Bersih ini adalah bentuk kepedulian kami kepada sesama yang saat ini sedang benar-benar membutuhkan bantuan air bersih. Jarak yang lumayan jauh antara Solo dengan Ponjong bukan menjadi halangan bagi kami untuk berbuat baik kepada sesama. Semoga bantuan air bersih ini bermanfaat bagi masyarakat di sini,” katanya.

Aksi sosial Berbagi Kasih Air Bersih ini ditanggapi secara baik oleh warga setempat. Mereka bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih dari jemaat GKJ Sumber ini.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu dari jemaat GKJ Sumber yang telah mengirmkan air bersih kepada kami. Di saat musim kemarau seperti ini, kami benar-benar membutuhkan air bersih. Karena sumber mata air yang ada sudah mengering, dan airnya telah habis,” ujar warga Padhukuhan Ngampelombo. (bs/ls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *