Tuesday, 20 Apr 2021


Pasca Penangkapan Terduga Teroris Di Kemudo, Kades Minta Keluarga MR Jangan Dikucilkan

Kepala Desa Kemudo Hermawan Kristanto.

WartaKita.org – Warga Dukuh Borong, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, MR (41) ditangkap Tim Densus 88 di rumahnya pada Jumat (2/4/2021) pagi.

Sehari-hari, MR bekerja sebagai petani dan menjadi Bendahara RT setempat.

Kepala Desa (Kades) Kemudo Hermawan Kristanto saat ditemui di Rumah Makan dan Pemancingan Ilham 02 Jalan Raya Solo – Yogyakarta Km 29, Dukuh Brajan, Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Sabtu (3/4/2021) siang, menyampaikan, MR ditangkap pada Jumat (2/4/2021) pukul 05.30 WIB. Waktu itu, dia mau ke sawah.

“Setelah itu, dilakukan penggeledehan di sore harinya. Hasil penggeledahan, saya tidak tahu secara terperinci. Yang jelas, ada buku dan HP,” katanya.

Hermawan Kristanto menyatakan, selama tinggal di Kemudo, MR memiliki kepribadian yang baik dan sering ikut kegiatan warga. MR tak pernah mengadakan kegiatan pengajian yang mengundang orang, terlebih orang luar desa. Selama berinteraksi dengan masyarakat di Kemudo, MR juga bersosialisasi seperti masyarakat pada umumnya.

“Tak ada hal-hal yang mencurigakan dari kegiatan yang dijalani Pak MR. Istrinya bekerja sebagai penjual gorengan. Dia mempunyai tiga anak, masih kecil-kecil,” ujarnya.

Hermawan mengatakan, usai penangkapan itu, istri MR sangat kaget dan tidak menyangka. Karena sampai mau jumatan, MR belum juga pulang ke rumah.Istrinya terlihat sangat syok saat Tim Densus 88 menggeledah rumahnya.

“Karena itu, kita perlu memberikan edukasi kepada tetangga dan warga sekitar agar keluarga MR ini jangan dikucilkan. Keluarga MR harus tetap dirangkul bareng. Jangan disingkirkan,” pesannya.

Hermawan menambahkan, peristiwa penangkapan terduga teroris di Desa Kemudo ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnnya pada tahun 2019 lalu, Tim Densus 88 juga menangkap terduga teroris di Kemudo.

“Terus terang, ada sedikit “trauma” pada warga Kemudo (karena penangkapan terduga teroris). Maka, bukan bermaksud kita menutupi suatu yang terjadi. Kita hanya berharap, jangan sampai ada stigma atau pandangan bahwa Desa Kemudo dan Kabupaten Klaten itu sarang teroris,” harapnya.

Karena itu, imbuh Hermawan, untuk mencegah munculnya radikalisme dan terorisme di Kemudo, pihaknya selalu menanamkan nasionalisme kepada warga.

“Kita berharap, jangan muncul radikalisme dan terorisme lagi di Kemudo,” pintanya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *