Saturday, 24 Aug 2019


Parikesit Laris Tanggapan, Ini Yang Membanggakan…

Karawitan Anak Parikesit berfoto bersama Bapa Uskup KAS dan para Rama Paroki Wedi, Senin (1/1/2018)

Wartakita.org – Keberadaan Karawitan Anak “Parikesit” Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten belakangan ini semakin dikenal umat dan masyarakat luas.

Buktinya, karawitan anak yang dilatih Surono ini sering diminta untuk tampil pada banyak acara atau kegiatan. Atau dengan kata lain, kini, Parikesit semakin laris tanggapan.

Pembina Karawitan Anak “Parikesit” Paroki Wedi, Marta Endang Wartuti menyampaikan, sejak diresmikan pada 1 Januari 2014, Parikesit telah tampil di banyak acara atau kegiatan. Kini, Parikesit sering tampil mengiring Perayaan Ekaristi di Gereja Wedi. Berkali-kali, Parikesit mengiringi Ekaristi Hari Raya, seperti Natal dan Paskah. Dan bahkan, Parikesit pernah diminta mengiringi Ekaristi di Gereja Paroki Jumapolo, Kabupaten Karanganyar pada akhir 2017 lalu.

Parikesit juga pernah tampil pada acara Selawenan eks Mudika Paroki Wedi (tahun 2014 dan 2017), mengiringi pentas “Opera Van Gereja” dalam rangka peringatan 60 tahun Paroki Wedi (10/7/2016), perayaan Natal Paguyuban Umat (2016), Lek-lekan Paskah (2017), dan pentas wayang kulit 61 tahun Paroki Wedi (2017).

Tak hanya itu, Parikesit juga ditanggap pada peringatan malam Tahun Baru 2015 di Balai Dukuh Garuman, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, memeriahkan perayaan Natal KORPRI Kabupaten Klaten di Pendopo Kabupaten Klaten pada Rabu (7/1/ 2015), dan tampil sebagai “karawitan pembuka” pada acara Ruwahan di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno (2015).

Parikesit juga mengiringi kontingen dari Paroki Wedi pada Festival Budaya Anak Kabupaten Klaten di Lapangan SMP Pangudi Luhur 1 Klaten (2017), dan diminta keluarga untuk ngregengke acara syukuran keluarga di Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan.

Marta mengatakan, untuk memberi pengalaman kepada anak-anak, maka Parikesit pernah mengikuti Festival Gending Gerejani di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta pada Minggu (22/5/2016), serta Festival Karawitan se Kabupaten Klaten di Pendopo Kabupaten Klaten pada tahun 2016 lalu.

“Ada yang menarik selama Parikesit mengikuti festival karawitan. Karena penabuh gamelan dari Parikesit ini usianya paling muda dibanding peserta lainnya. Bahkan, terbilang masih anak-anak. Karena sebagian besar penabuhnya masih sekolah di SMP dan SMA. Ini yang membanggakan bagi kami,” ucap Marta. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *