Monday, 23 Nov 2020


Nyalon Wakil Bupati Klaten, Harjanta Dipecat Dari PDIP, HJT: Saya Ikhlas Demi Kebaikan Dan Kemajuan Klaten…

Pengurus DPC PDIP Klaten menunjukkan Surat Keputusan DPP PDIP terkait pemecatan Harjanta dari keanggotaan PDIP, Rabu (21/10/2020).

WartaKita.org – Hidup adalah pilihan. Dan siapa pun harus siap dengan konsekuensi dari pilihan itu.

Itulah yang dialami Calon Wakil Bupati (Cawabup) Klaten Harjanta (HJT).

Karena maju di Pilkada Klaten bersama Calon Bupati (Cabup) Klaten Arif Budiyono (ABY), Harjanta dipecat dari PDI Perjuangan (PDIP), partai yang menjadi pilihannya lebih dari 30 tahun.

Surat pemecatan terhadap HJT dari keanggotaan PDIP ini ditandatangani oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Megawati Soekarnowati dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto di Jakarta tertanggal 20 Oktober 2020.

Dalam Surat Keputusan Nomor 71/KPTS/DPP/X/2020 itu disebutkan, alasan pemecatan Harjanta dari keanggotaan PDIP ini karena yang bersangkutan dinilai tidak mengindahkan instruksi DPP PDIP terkait Rekomendasi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Klaten pada Pilkada serentak tahun 2020 dengan mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Klaten dari partai politik lain yaitu PKB, PAN, PPP, dan Nasdem.

“Ini adalah pembangkangan terhadap ketentuan, keputusan, dan garis kebijakan Partai, yang merupakan pelanggaran kode etik dan disiplin Partai, (dan) dikategorikan sebagai pelanggaran berat,” tulis Surat Keputusan itu.

Menanggapi pemecatan dirinya dari keanggotaan PDIP, Harjanta, Rabu (21/10/2020), menyatakan tidak akan mempermasalahkan hal itu.

“Kami tidak akan mempermasalahkan pemecatan dari keanggotaan PDIP. Pemecatan tersebut sebagai konsekuensi perjuangan kami untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Klaten dan ikut serta dalam memperbaiki kondisi Klaten. Konsekuensi apapun kami ikhlas. Dipersepsikan apapun silahkan. Yang penting, demi kebaikan dan kemajuan Kabupaten Klaten. Kalau bukan untuk pengabdian masyarakat Klaten, kami tetap di PDIP,” tulisnya melalui pesan WhatsApp (WA).

Harjanta menambahkan, pemecatan dirinya dari keanggotaan PDIP ini justru membuktikan bahwa pencalonannya bersama Arif Budiyono (ABY) pada Pilkada Klaten ini bukan pasangan boneka atau pasangan titipan. Pasangan ABY-HJT serius dan bersungguh-sungguh maju Pilkada untuk memperbaiki dan memajukan Kabupaten Klaten.

“Pemecatan kami dari keanggotaan PDIP ini membuktikan, bahwa pencalonan ABY-HJT ini bukan pasangan boneka seperti isu yang dihembuskan pihak lain. Karena kami sudah dipecat dari keanggotaan PDIP, sebagai konsekuensi kami mencalonkan Wakil Bupati Klaten,” tandasnya.

Sekadar informasi, Harjanta adalah kader tulen PDIP Klaten. Dia sudah berkiprah di partai banteng moncong putih ini lebih dari 30 tahun. HJT pernah menjadi pengurus Anak Ranting, Ranting, PAC, dan bahkan DPC PDIP. Jabatan terakhir seperti yang ditulis di Surat Keputusan Nomor 71/KPTS/DPP/X/2020 itu adalah Wakil Ketua DPC PDIP Kanupaten Klaten masa bakti 2015-2020. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *