Monday, 23 Nov 2020


Berada Di 1.017 MDPL, Nikmati Pemandangan Indah Puncak Widosari…..

Puncak Widosari di Dusun Tritis, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

WartaKita.org – Puncak Widosari yang berada di Dusun Tritis, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY menyuguhkan pemandangan alam perbukitan yang indah dan menawan.

Berada di ketinggian 1.017 meter dari permukaan air laut (MDPL), konon tempat ini pernah menjadi tempat pertapaan Pangeran Diponegoro.

Untuk menuju ke sana, kita bisa menggunakan sepeda motor. Dari Kota Yogyakarta, cukup ditempuh sekitar 1,5 jam dengan jarak sekira 41 Km. Di sepanjang perjalanan, kita disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan.

Tempat wisata ini sudah ada sejak tahun 2012. Tetapi jalan menuju ke puncak masih berupa tanah. Dan pada musim hujan, jalan menjadi licin, sehingga tidak banyak wisatawan yang datang.

Pembangunan tempat wisata Puncak Widosari mulai dilakukan pada tahun 2017. Dan sekarang, jalan menuju ke puncak sudah menjadi lebih baik. Jalannya berupa bangunan tangga, dan terdapat pagar menggunakan sling besi yang kuat, sehingga lebih aman dan nyaman untuk menuju ke puncak.

Di sana disediakan beberapa gazebo yang ditempatkan di sejumlah titik untuk beristiahat sejenak di saat perjalanan menuju puncak, atau sekadar untuk berfoto.

Perjalanan menuju Puncak Widosari memang cukup melelahkan. Namun setelah sampai di puncak, kita akan langsung disambut oleh pemandangan perbukitan yang hijau nan luas.

Udara yang sejuk menambah keasrian tempat tersebut. Sehingga kita merasa tidak ingin beranjak dari situ. Ikon dari Puncak Widosari ini sendiri adalah batu yang menjulang berada di tengah perbukitan hijau.

Fasilitas tempat wisata yang disediakan pun cukup lengkap. Dari toilet, mushola, parkir yang luas, warung makan, gazebo, dan tempat duduk. Kita hanya membayar parkir sebesar Rp 3000 untuk motor, dan Rp 5000 untuk mobil. Jam buka tempat wisata ini dari pukul 06.00 – 18.00 WIB setiap harinya.

Pada saat pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan tetap dilakukan. Di sana, sudah disediakan tempat untuk mencuci tangan dan imbauan untuk menggunakan masker setiap saat. (Enggal Dika Puspita, Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta, Prodi Public Relations/ls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *