Sunday, 15 Dec 2019


Natal Bersama, Umat Kristiani Pesu Diajak Meneladan Orang Majus

Panitia Natal beserta tokoh umat Kristen dan Katolik Desa Pesu berfoto bersama.

WartaKita.org – Sekitar 500 orang  menghadiri Perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten yang diadakan di lapangan desa setempat, Senin (14/1/2019) malam.

Perayaan Natal yang mengusung tema “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” ini diisi dengan sambutan, ibadah, dan hiburan.

Dalam sambutan, Ketua Panitia Natal, Mikha Roni Natalia mengatakan, Natal bersama umat kristiani ini adalah agenda rutin tahunan di Desa Pesu. Di Desa Pesu ini ada 5 denominasi, yaitu Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kerasulan Baru Indonesia (GKBI), Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), dan umat Katholik, yaitu Lingkungan Santo Petrus dan Santo Paulus Mawen.

“Natal bersama adalah wujud kebersamaan, persekutuan, dan kerukunan, meski kita berbeda denominasi. Melalui Natal bersama ini, Paguyuban Umat Kristiani ingin ikut serta dalam membangun Desa Pesu,” katanya.

Sedang Kepala Desa Pesu Budi Hartono berharap, dengan Natal bersama ini, umat kristiani di Desa Pesu semakin guyub, rukun, dan bersatu.

“Saya berharap, perayaan Natal bersama ini dapat meningkatkan kerukunan diantara umat beragama dan masyarakat. Natal bersama ini memberikan sukacita kepada umat Kristiani Desa Pesu,” ujarnya.

Sementara itu dalam Ibadah Natal, Pendeta Pelangi Kurnia Putri dari GKI Klaten menyampaikan, Natal selalu disambut dengan semangat dan sukacita oleh umat. Hal itu juga ditunjukkan oleh umat kristiani Desa Pesu. Meski hujan turun dengan deras dan cuaca di luar cukup dingin, tetapi tidak menyurutkan semangat umat kristiani untuk merayakan Natal bersama.

“Saya mengajak bapak, ibu, dan anak-anak untuk belajar dari orang Majus yang mencari bayi Yesus. Meski mereka itu orang pandai, bijak, kaya dan sebagainya, tetapi mereka tidak sombong. Mereka mau terus belajar dan bertanya. Mereka juga mau menundukkan diri di hadirat Tuhan. Orang-orang seperti inilah yang akan senantiasa diberkati Tuhan,” ucapnya.

Dalam ibadah Natal itu juga dilakukan pengumpulan persembahan. Malam itu, persembahan dapat terkumpul Rp 1.327.000.

Usai Ibadah, acara diisi dengan pentas hiburan. Ada gerak dan lagu “Nggandhul Gusti” dari jemaat GKI, dan pentas drama “Tarman Sang Perampok” yang dibawakan jemaat GKBI. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *