Thursday, 22 Oct 2020


Nasib UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

USAHA Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19.

Meski begitu, masih banyak pelaku UMKM yang berusaha untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dari sekian sektor UMKM, yang paling terdampak adalah bidang minuman dan makanan.

Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) RI, Eddy Satriya menyampaikan, sebanyak 2.322 koperasi dan 185.184 pelaku UMKM terdampak oleh pandemi Covid-19. Padahal UMKM merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling banyak, yaitu sekitar 97 persen.

Pada saat awal pandemi Covid-19 ini terjadi, mereka (pelaku UMKM) kehilangan omset penjualan hampir 50 persen. Mereka berjuang mati–matian agar tetap bisa menghidupkan usahanya. Mereka berinovasi agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Seperti melalui penjualan online. Penjualan melalui online adalah salah satu cara agar bisa menawarkan barang ke konsumen. Karena aktivitas masyarakat dibatasi, mereka menjual barangnya melalui daring atau online.

Tidak hanya penurunan omset saja, “musibah” lain yang dialami oleh UMKM adalah mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Dikarenakan tidak dapat memenuhi upah dari karyawan karena terhambat oleh pemasukan yang minim, akhirnya PHK diberlakukan kepada karyawan. Hal ini berlaku untuk UMKM yang sudah “sekarat” karena pandemi Covid-19.

Bagi UMKM yang masih bisa bertahan, mungkin hanya akan merumahkan karyawannya atau dipaksa mengambil cuti. Para karyawan ada yang tetap dibayar, dan ada juga yang tidak dibayar.

Bantuan dari Pemerintah pun sudah diturunkan. Akan tetapi masih banyak UMKM yang belum bisa beroperasi secara normal. Ini karena daya beli dari masyarakat masih rendah. Sebab, masyarakat lebih mementingkan kepentingan pokok seperti bahan pangan dan kebutuhan sehari – hari. Sehingga sektor UMKM di bidang non pangan masih belum bisa bangkit sepenuhnya.

Pemerintah berharap program bantuan yang sudah diturunkan dapat menghindarkan mereka dari ancaman gulung tikar dan dapat memulihkan sektor ekonomi nasional dalam jangka panjang. (ls)

Enggal Dika Puspita

Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta

Program Studi Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *