Thursday, 9 Jul 2020


Muscab Assosiasi Futsal Klaten Batal, Ketua Caretaker: Itu Ilegal…

Jajaran Polsek Klaten Utara saat berkoordinasi dengan Ketua KONI Klaten, Kamis (26/3/2020).

WartaKita.org – Muscab Assosiasi Futsal Klaten (AFK) yang sedianya diadakan di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten pada Kamis (26/3/2020) pagi ini batal dilaksanakan.

Ketua KONI Kabupaten Klaten Parwanto menyatakan, Muscab Assosiasi Futsal Klaten ini batal atau tidak jadi dilaksanakan karena situasi adanya wabah covid-19 atau virus corona yang melanda Indonesia. Sebab, dampak dari penyebaran virus corona ini juga dirasakan masyarakat Kabupaten Klaten.

“Saya datang di Kantor KONI ini untuk memastikan bahwa acara Muscab AFK ini batal. Ini gawe-nya AFK. Saya juga ingin berkoordinasi dengan Ibu Endang (Kapolsek Klaten Utara) bahwa penyelenggaraan Muscab AFK Klaten ini batal. Karena undangan sudah terlanjur beredar, maka tadi (ada peserta) yang sudah datang, tetapi terus kembali,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Klaten Utara AKP Endang pagi itu mendatangi Kantor KONI Klaten untuk memastikan pembatalan Muscab Assosiasi Futsal Klaten ini.

“Saya akan berkoordinasi dengan Pak Parwanto (Ketua KONI Kabupaten Klaten) untuk mengambil langkah-langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Yang jelas, kegiatan Muscab AFK hari ini ditunda. Ini untuk mensinergikan dengan arahan-arahan dari Pemerintah,” ujarnya.

Apa yang dilakukan jajaran Polsek Klaten Utara ini sejalan dengan Maklumat Kapolri Jendral Idham Aziz nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020.

Dalam maklumatnya, Kapolri Jendral Idham Aziz meminta agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar. Baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa pertemuan sosial, budaya, dan keagamaan seperti seminar, lokakarya, sarasehan, konser musik pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga, olahraga, kesenian, dan jasa hiburan.

Karena kabarnya, Muscab AFK ini akan dihadiri lebih dari 30 peserta.

Nasuka Abdul Jamal

Terpisah, Ketua Caretaker Kepengurusan Assosiasi Futsal Klaten, Nasuka Abdul Jamal, Rabu (25/3/2020), mengatakan, Muscab AFK yang sedianya akan diadakan pada hari Kamis (26/3/2020) itu ilegal. Karena Muscab AFK itu di luar ketentuan organisasi dan tidak sesuai dengan statuta FIFA (Federation International Football Association) yang berlaku.

“Masa Kepengurusan AFK dengan Ketua Agus Susilo ini sudah definitif berakhir pada tanggal 8 Desember 2019. Jadi, dia sudah tidak punya kewenangan untuk menyelenggarakan Muscab AFK. Karena tidak berdasar pada ketentuan organisasi dan statuta FIFA,” tandasnya.

Nasuka Abdul Jamal menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PSSI Kabupaten Klaten No:325/ASKAB-PSSI/III/2020 tanggal 12 Maret 2020 tentang Caretaker Pengurus Assosiasi Futsal Klaten Muscab Pengurus Assosiasi Futsal Klaten disebutkan, Careteker bertugas untuk satu, melakukan konsolidasi anggota pengurus AFK. Dua, membentuk penyelenggara Muscab AFK (sterring commite dan organizing commite) yang tidak berasal dari carteker. Tiga, menyelenggarakan Muscab AFK selambat-lambatnya tanggal 1 Mei 2020. Dan empat, melaporkan setiap perkembangan pelaksanaan tugas kepada Ketua Umum dan Pengurus PSSI Kabupaten Klaten.

Keputusan ini berlaku sejak 12 Maret sampai 1 Mei 2020.

“Dengan diterbitkannya surat keputusan ini, maka Surat Keputusan PSSI Kabupaten Klaten yang mengatur khusus tentang pengesahan pembentukan pengurus AFK masa bhakti 2016 – 2019 dinyatakan tidak berlaku lagi,” tegasnya.

Nasuka Abdul Jamal mengungkapkan, pelaksanakan Muscab AFK ini masih menunggu petunjuk dari PSSI Assosiasi Provinsi Jateng dulu. Karena waktunya sampai pada tanggal 1 Mei 2020.

“Saya berharap, teman-teman pengurus AFK untuk berorganisasi secara sehat sesuai statuta PSSI dan  FIFA. Jangan main potong kompas di tengah jalan. Karena semuanya ini untuk meningkatkan prestasi futsal Klaten, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” harapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *