Monday, 18 Mar 2019


Monumen Kedamaian Perempuan Jawa, Simbol Perdamaian Dan Penghargaan Atas Jasa Kaum Ibu

Monumen Kedamaian Perempuan Jawa

Wartakita.org – Ada yang lain pada penyelenggaraan Pesta Rakyat Lebaran Ikan (memet) ke V tahun 2018 yang diadakan di kolam ikan Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten pada Minggu (16/9/2018) lalu.

Pada Lebaran Ikan tahun 2018 ini juga diadakan peresmian “Monumen Kedamaian Perempuan Jawa” oleh putri mantan Presiden RI (alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yaitu Zannuba Ariffah Chafsoh Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Yeny Wahid. Monumen berupa patung seorang ibu yang membawa gentong ini diletakkan di tengah kolam. 

Yeny Wahid menyampaikan, Monumen Kedamaian Perempuan Jawa ini sebagai simbol perdamaian dan penghargaan atas jasa kaum ibu yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia.

“Kaum ibu-lah yang sering membawa gentong yang berisi air (banyu). Air itu sumber kehidupan bagi manusia. Tanpa air, manusia tidak akan hidup. Begitu pula saat seorang perempuan itu hamil. Janin (calon bayi) yang ada di rahim ibu itu bisa hidup berkat ketuban (air) yang ada di perut ibu,” katanya.

Pimpinan Gusdurian ini berpesan kepada masyarakat agar “memperlakukan” Monumen Kedamaian Perempuan Jawa ini sebagaimana mestinya.

“Silahkan monumen ini dirawat dengan baik. Dijaga kebersihannya. Jangan dirusak, dicorat-coret, dan sebagainya. Monumen ini jangan diberi sesajen, dan lain-lain,” pesannya.

Yeny Wahid

Akitifis perempuan dan HAM ini berharap, keberadaan Monumen Kedamaian Perempuan Jawa ini  dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Gemblegan dan sekitarnya.

“Saya berharap, dengan adanya monumen ini akan semakin banyak orang yang datang ke tempat ini. Warga sekitar bisa berjualan, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup hidup masyarakat,” harapnya.

Hadir dalam peresmian monumen ini anggota DPR RI dari Partai Golkar Endang Srikarti Handayani, Sekda Klaten Jaka Sawaldi, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Sekadar diketahui, pada Lebaran Ikan ini, ribuan orang dari berbagai daerah tumpah ruah mencebur ke kolam Desa Gemblegan untuk menangkap ikan dengan peralatan yang beragam. Kabarnya, panitia menyediakan sekitar 2,5 ton ikan untuk diperebutkan pada event itu. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah bagi warga yang berhasil menangkap ikan maskot dengan ciri khusus. Lebaran ikan ini sebagai wujud syukur masyarakat Desa Gemblegan atas hasil ikan yang melimpah. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *