Monday, 16 Sep 2019


Menjadi Orang Tua Cerdas di Zaman Now

LAJU globalisasi yang saat ini terus bergulir atau dikenal dengan “zaman now” menuntut para orang tua mengikuti arus perkembangan. Kemajuan dalam bidang teknologi ini juga membuat para orang tua harus lebih waspada serta menjaga putra – putrinya dari hal yang tidak diinginkan.

Kita tahu bahwa kemajuan teknologi bisa berdampak positif, tetapi juga bisa menyebabkan dampak negatif bagi anak – anak. Kemajuan teknologi mempermudah segalanya, tetapi juga bisa membuat  anak  menjadi egois, lebih suka dengan dunia maya ketimbang keluarganya, lupa belajar, lupa dengan tugas sekolah, malas berusaha, lebih suka dengan hal yang instan, dan bila tak ada pengawasan bisa masuk dalam pergaulan bebas. Tentu hal ini menjadi kekhawatiran orang tua.

Sangat memprihatinkan ketika kita melihat berita anak – anak remaja melakukan bullying terhadap guru dan temannya. Remaja yang mestinya menjadi generus bangsa malah ikut dalam jaringan prostitusi. Anak – anak sekolah tidak mau belajar sampai tidak mau sekolah  hanya mau main game di gadget-nya (kecanduan). Anak – anak kecil lebih suka tontonan orang dewasa yang menunjukkan kekerasan dari pada tontonan yang sesuai usianya. Semua itu terjadi karena dampak perkembangan teknologi dan juga kurangnya peran dan   pendampingan anak dari orang tua.

Lalu, bagaimana kita sebagai orang tua? Apa yang harus kita lakukan? Kita sebagai orang tua bisa membantu untuk mencegah terjadinya hal negatif pada mereka seiring dengan perubahan globalisasi yang makin deras. Pastinya, sebagai orang tua harus cerdas dan sabar dalam menghadapi putra – putrinya.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua, namun membutuhkan kesabaran untuk melakukannya. Langkah – langkah tersebut antara lain:

Pertama, lakukan pendekatan kepada mereka. Jadilah pendengar yang baik dan teman bagi mereka. Luangkan waktu  bagi mereka. Kita bisa lakukan dengan ngobrol santai tentang kegiatan mereka, dan mendengarkankan uneg – uneg mereka. Dari situ kita akan tahu siapa teman mereka, apa yang mereka lakukan, keinginan mereka atau kegiatan mereka, dan sebagainya.

Jika mereka masih kecil, bisa juga dengan menemani mereka bermain sambil bercerita.Hal ini juga membuat anak merasa nyaman. Karena anak lebih senang bercerita dan percaya pada orang tua dari pada dengan temannya.

Kita juga bisa membantu, memberikan solusi jika mereka memang membutuhkannya. Yang perlu diingat adalah dengarkan keluh kesah mereka, dan jangan menghakimi mereka. Orang tua zaman now harus menjadi orang tua yang demokratis. Dengan demikian, di antara anggota keluarga akan terjalin komunikasi yang baik.

Kedua, jadilah teladan buat mereka. Karena pendidikan utama berasal dari keluarga, maka pola asuh orang tua juga bisa menentukan sikap mereka. Setiap hari anak bertemu dengan kita, ia merekam setiap apa yang kita lakukan. Sikap orang tua menjadi contoh secara langsung yang mereka pelajari.

Jika menginginkan hal yang positif terjadi pada anak kita, maka berilah teladan yang baik. Misalnya orang tua tiap hari disibukkan dengan gadget-nya sehingga waktu bermain dengan anak sedikit, maka si anak akan melakukan hal yang sama. Anak akan lebih senang bermain gadget dari pada melakukan hal lain.

Ketiga, mari membekali mereka dengan pendidikan agama yang cukup. Orang tua zaman now akan lebih memikirkan karakter anak menjadi baik dari pada hanya memikirkan tingkatan IQ-nya yang tinggi. Jadi harapannya bisa seimbang antara kemampuan dan karakter yang diharapkan.

Pendidikan agama dalam keluarga juga ikut menjadi penentu tumbuhnya atau terciptanya karakter yang baik pada anak. Pembiasaan berdoa, membaca kitab suci, pengenalan nilai – nilai keagamaan, keteladanan orang tua dalam berdoa di rumah, di lingkungan, ataupun kegiatan menggereja juga akan membantu mereka untuk membentengi diri sehingga jadi pribadi yang baik sehingga menjauhkan dari pengaruh negatif, dan berpikir sebelum melakukan sesuatu. Ingat bahwa karakter yang baik akan terbawa sampai mereka dewasa kelak.

Keempat, beri kasih sayang yang cukup. Berikanlah kasih sayang yang cukup pada anak sejak kecil. Kasih sayang juga dapat diungkapkan dengan ciuman hangat, pelukan, tepukan pundak, berkat atau tanda salib di dahi atau juga bentuk perhatian dalam hal yang lain misalnya menghargai pendapat, mendengarkan dia, membantu mencari solusi dari masalahnya.

Ungkapan kasih sayang orang tua ini sangat banyak manfaatnya karena anak akan lebih percaya diri, bahagia, memiliki harga diri yang tinggi, dan tangguh. Anak juga tidak mudah terpengaruh oleh hal – hal negatif dari adanya teknologi. Anak yang tidak cukup kasih sayang akan merasa terasing, memiliki harga diri yang rendah, agresif, emosi tinggi, egois dan anti sosial.

Kelima, beri kesempatan dan dukunglah anak yang melakukan kegiatan yang positif . Setiap anak memiliki bakat yang berbeda – beda. Maka orang tua zaman now harus bisa melihat apa bakat anaknya.

Berikan waktu dan kesempatan bagi anak untuk melatih dan mengembangkan bakatnya, dukunglah bila ia berkegiatan positif dengan memberikan sarana atau ijin bagi mereka. Kita juga memberikan reward atau penghargaan sehingga anak merasa dihargai  dan senang.

Tanamkan pula rasa tanggung jawab pada anak sehingga anak lebih disiplin waktu. Dengan memberikan kesempatan bagi anak untuk berkegiatan positif juga menghindarkan si anak dari hal yang negatif.

Itulah berbagai cara yang dapat dilakukan orang tua di zaman now.Menjadi tantangan bagi para orang tua untuk melakukan di tengah – tengah kesibukan mereka. Orang tua zaman now pastinya bisa memilih yang terbaik dan mendidik anak – anak mereka dengan demokratis sehingga anak tumbuh lebih mandiri, bisa berkembang dengan karakter yang diharapkan menuju masa depan yang baik dengan dukungan dan pendampingan orang tua.

Angela Sri Utami
Guru SD Marsudirini Semarang

1 thought on “Menjadi Orang Tua Cerdas di Zaman Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *