Friday, 26 Feb 2021


Mengisi Kuliah Daring Di Masa Pandemi, Iva Buka Warung Kafe Di Tepi Kali

Eugenia Ivana Kasatyo saat meracik minuman pesanan pengunjung, Jumat (5/2/2021).

WartaKita.org – Banyak cara bisa dilakukan orang untuk mengisi waktu luang di masa pandemi Covid-19 ini.

Iva misalnya, memilih membuka Warung Kafe “Vave” (warung santai tepi kali) di Dukuh Merbung Cilik RT 21 RW 8, Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.

Dara bernama lengkap Eugenia Ivana Kasatyo ini mulai membuka usaha warung kafe pada 28 November 2020. Itu bisa dilakukan karena selama pandemi ini, Iva menjalani kuliah dalam jaringan (daring).

“Kita buka warung kafe ini memang belum lama. Karena itu, belum banyak dikenal orang. Baru orang-orang sekitar sini saja. Apalagi tempatnya agak masuk, mblusuk ke desa,” katanya, Jumat (5/2/2021).

Meski begitu, mahasiswi UNS Surakarta Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi semester 4 ini optimis, bahwa warung kafe-nya akan semakin maju dan dikenal banyak orang.

Nah, justru ini tantangannya. Sebagai anak muda kuliahan, apalagi saya kuliah di (Fakultas) Ekonomi, saya jadi harus ngerti. Kalau kondisi pasar seperti ini, apa yang harus dilakukan? Saya malah belajar dari sisi positifnya. Belajar tentang media sosial marketing. Karena di situ saya menyadari, bahwa belajar marketing itu susah banget. Tetapi saya harus berpikir positif, harus bersyukur dan optimis. Pasti, kafe ini bakalan ramai di next time-nya atau beberapa waktu kemudian,” ujarnya.

Putri dari pasangan Gonang Susatyo dan L Kartika Dewi ini menyampaikan, karena belum lama buka, maka pengunjung warung kafe-nya juga masih fluktuasi. Kafe ini biasa ramai pada hari Sabtu dan Minggu.

“Karena PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), orang-orang jadi terbatas untuk bergerak kemana-mana. Untuk keluar rumah juga terbatas. Berkerumun juga dilarang. Ini tentu saja berpengaruh. Tetapi kita harus patuhi semua peraturan itu,” ucapnya.

Alumni SMA Negeri 1 Klaten ini menyatakan, agar bisnisnya bisa berjalan lancar dan tidak menularkan Covid-19, maka dia ingin menggencarkan promosi dan mematuhi protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan kita terapkan di kafe ini. Seperti ada pembatasan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan memakai masker. Kita yang melayani pengunjung juga selalu pakai masker. Setiap kali kita pegang uang, atau pegang sesuatu, kita lalu cuci tangan dengan sabun. Prinsipnya, kita tetap jaga kesehatan,” tandasnya.

Perempuan yang pernah mengikuti Forum Pelajar Indonesia tahun 2018 ini mengatakan, berbagai menu makanan dan minuman disajikan di kafe ini.

Menu makanan seperti soto rempah, nasi (bakar, goreng), mie, ayam bakar, siomay, tahu yun-yi, mendoan, sate telor, aneka telor, pempek, dan sebagainya.

Sedangkan menu minuman diantaranya teh, jeruk, lemon tea, wedang rempah, wedang empon-empon, jahe sereh, serta aneka kopi, non kopi, dan lainnya.

“Di sini kita sediakan berbagai menu minuman dan makanan yang mengandung rempah-rembah untuk membangun imunitas atau kekebalan yang dibutuhkan tubuh manusia. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk menyehatkan masyarakat, sehingga kita terbebas dari Covid-19,” harapnya.

Anda tertarik? Silakan kunjungi Warung Kafe “Vave”, warung santai di tepi kali… (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *