Tuesday, 19 Nov 2019


Memupuk Jiwa Patriotisme, Ponpes Sunan Maulana Bayat Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Keluarga besar Ponpes Sunan Maulana Bayat berfoto bersama warga usai upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Selasa (1/10/2019) pagi.

WartaKita.org – Keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Maulana Bayat bersama warga sekitar menggelar upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Dukuh Tirejan, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Selasa (1/10/2019) pagi.

Hadir juga dalam upacara bendera ini sejumlah warga Nahdliyin dari berbaga tempat, anggota Pakasa (Paguyuban Kawula Surakarta), Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat desa, dan lainnya.

Upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila dipimpin oleh Pengasuh Ponpes Sunan Maulana Bayat, Muhammad Imam Maulana.

Dalam amanatnya Muhammad Imam Maulana mengatakan, pasca kemerdekaan tahun 1945, pada kenyataannya telah terjadi banyak rongrongan, baik dari dalam maupun luar negeri. Rongrongan itu dimungkinkan karena kelengahan, kekurangwaspadaan terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Karena itu saya mengajak kepada seluruh peserta upacara untuk bertekad dalam mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan serta menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” katanya.

Ditemui usai upacara bendera, Muhammad Imam Maulana menjelaskan, upacara bendera ini diadakan untuk memupuk jiwa patriotisme dan rasa cinta pada tanah air. Juga dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila.

“Melihat dinamika sosial yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini, maka sebagai warga negara yang baik, kita harus tunduk dan patuh dengan peraturan yang ada di Indonesia. Kita perlu memupuk rasa nasionalisme agar NKRI tetap kukuh. Seluruh warga negara Indonesia wajib mencintai bangsa dan negaranya. Agar Indonesia menjadi negara yang baldatun, toyyibatun, wa rabbun ghafur,” pesannya.

Terkait Ponpes, Muhammad Imam Maulana menyampaikan, Ponpes Sunan Maulana Bayat ini berdiri sejak sekitar dua tahun yang lalu. Karena itu Maulana berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah agar ponpes yang dirintisnya ini bisa maju dan berkembang sehingga menjadi lembaga yang dapat mencerdaskan bangsa.

Ponpes Sunan Maulana Bayat ini memiliki motto Mencetak manusia berakhlak mulia, cinta habaib, ulama, kyai, ustadz, NKRI harga mati, dan NU (Nahdlatul Ulama) Peduli. Ponpes ini juga digunakan sebagai pusat latihan gerak terapi Ling Tien Kung, atau sasana sahabat sehat. (L Sukamta)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *