Sunday, 17 Nov 2019


Membanggakan, Karya Cipta Mahasiswa Unwidha Klaten Masuk Nominasi PIMNAS 2019

Para mahasiswa peserta PIMNAS dari Unwidha Klaten berpamitan dengan Rektor, Jumat (23/8/2019) pagi.

WartaKita.org – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten.

Sebuah karya cipta mahasiswa Unwidha Klaten yaitu alat detektor banjir berhasil masuk nominasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2019 yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) RI di Universitas Udayana Bali pada 27-31 Agustus 2019.

Karenanya, para mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro itu berpamitan dan mohon doa restu kepada Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono dengan didampingi Pembantu Rektor I, pembimbing, dan para dosen pada Jumat (23/8/2019) pagi.

Dalam pamitan itu Rektor Unwidha Klaten Prof Triyono menyampaikan, pada PIMNAS ke-32 tahun 2019 ini dilombakan 5 kategori, yaitu sosial humaniora, eksakta, karya cipta, kewirausahaan, dan pengabdian pada masyarakat.

Nah, mahasiswa Unwidha ini masuk dalam nominasi kategori karya cipta. Mereka akan mempresentasikan hasil karya ciptanya berupa alat detektor banjir yang diberi nama AUTOWALS,” katanya.

Prof Triyono menyatakan, PIMNAS tahun ini akan diikuti oleh 1.641 mahasiswa dari seluruh Indonesia. PIMNAS di Universitas Udayana Bali ini mengangkat tema “Mewujudkan mahasiswa yang keratif, inovatif, unggul, mandiri berdasarkan budaya nasional dalam bingkai kebhinekaan”.

“Dari hasil seleksi terpilih 126 perguruan tinggi yang akan mengikuti PIMNAS kali ini. Dari 126 kampus tersebut, 56 kampus merupakan perguruan tinggi swasta (swasta). dan termasuk didalamnya Unwidha Klaten,” terangnya

Rektor Unwidha Klaten ini pun mengapresiasi hasil karya para mahasiswa tersebut. Rektor juga mendoakan agar mereka dapat meraih nominasi terbaik dalam ajang PIMNAS nanti.

“Unwidha Klaten terus mendorong kepada seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kinerjanya agar mampu menghasilkan karya lain yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Ini menjadi tantangan bagi para mahasiswa dan stakeholder kampus untuk terus berkreasi, berinovasi, dan melahirkan karya lain yang bermanfaat,” harapnya.

Sedang Dosen pendamping Program Studi Teknik Elektro Unwidha Klaten I Wayan Angga Wijaya Kusuma mengungkapkan, AUTOWALS merupakan alat deteksi banjir yang sekaligus digunakan untuk memonitoring ketinggian air sungai. Alat ini bekerja secara otomatis tanpa adanya bantuan dari petugas untuk mengawasi ketinggian air. AUTOWALS pernah diujicobakan di Kali Dengkeng.

“AUTOWALS ini dilengkapi dengan notifikasi SMS (short message service). Penggunaan SMS ini merupakan teknologi sederhana. Karena semua perangat handphone (HP) dapat menerima notifikasi SMS,” paparnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa Unwidha Klaten yang mengikuti PIMNAS, Heru Purwanto mengatakan, pembuatan AUTOWALS dilatarbelakangi dari keprihatinan masyarakat akan seringnya terjadi banjir di Kali Dengkeng pada setiap musim penghujan.

“Kami prihatin terhadap dampak dari luapan banjir Kali Dengkeng. Karena dampaknya sampai menggenangi Puskesmas Cawas. Maka, kami terdorong untuk melakukan riset dan menemukan ide pembuatan AUTOWALS ini,” ucapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *