Wednesday, 17 Jul 2019


Memaknai Hari Valentine Dengan Saling Melayani Kepada Sesama

HARI Kasih Sayang atau Valentine Day merupakan hari yang masih dinantikan oleh banyak orang utamanya kaum muda dan remaja. Valentine Day yang bertepatan dengan tanggal 14 Februari ini merupakan hari penantian panjang dengan penuh harap untuk segera tiba. Oleh sebagian orang, Valentine Day disambut dengan sukaria. Mengapa demikian ?

Karena disaat hari kasih saying tersebut, mulai terasa adanya kesibukan yang sedang dipersiapkan dari bermacam-macam hadiah atau kado yang akan saling diberikan pada para sahabat, keluarga, ayah, ibu, paman, tante, kakak, adik, bahkan untuk teman istimewanya.

Budaya macam ini memang terlahir bukan dari negara Asia. Namun lahir dari budaya Barat yang telah terbiasa, bahwa pada setiap tanggal 14 Februari mereka saling mencurahkan perhatiannya bagi orang-orang yang dicintai dan disayangi.

Ungkapan kasih sayang sering mereka ujudkan dalam berbagai kegiatan, misalnya berkumpul keluarga, bagi-bagi kado, rekreasi ke luar kota, mengadakan pesta dan sebagainya.

Nuansa Valentine Day, dapat kita saksikan dengan adanya kesibukan transaksi pembelian dari para pemburu cinderamata yang ada di sejumlah toko, mall, dan super market yang selalu dipadati oleh para calon pembeli. Semarak dan kemeriahan pembelian cinderamata tersebut saat ini sudah terasa dengan  banyaknya para pembeli yang berjubel dan antri untuk memburu dan memilih untuk membeli produk untuk kado berupa pernak-pernik gift valentine dengan variasi bentuk yang lucu, indah dan tentu yang menarik calon pembeli

Tentu saja nuansa persaingan dalam membidik pasar pada hari istimewa ini, juga terjadi pada unit bisnis di berbagai hotel, rumah makan atau cafe, resto, dan sebagainya.  Dari berbagai tawaran dari para pelaku bisnis itu, ternyata sampai saat ini calon pembeli yang memilih bunga segar alami masih menjadi pilihan yang banyak diminati, terlebih memilih bunga Mawar warna pink dan warna merah hati yang melambangkan kasih sayang sejati. Warna ini menjadi pilihan yang paling banyak diminati dan diburu kaum remaja.

Peristiwa Valentine Day 2019 yang  berdekatan dengan tahun baru Imlek 2570 yang terjadi pada tanggal 5 Februari lalu menjadikan bulan yang penuh berkah. Artinya, kita diingatkan untuk saling melayani dengan sesama secara tulus tanpa memandang status sosial, suku, dan ras.

Ada empat alasan mengapa pelayanan  itu penting utamanya bagi pelaku bisnis. Pertama, karena persaingan yang semakin tajam. Kedua, pelayanan adalah tempat berkumpulnya uang dan pekerjaan. Ketiga, pemahaman yang semakin baik terhadap pelanggan. Dan keempat, pelayanan yang baik memiliki makna ekonomi.

Sebenarnya aspek pelayanan yang baik itu bukan sesuatu yang diminta oleh pengguna jasa. Akan tetapi suatu keharusan dari organisasi-perusahaan untuk memberikan jasa atau produk yang dapat memberikan nilai tambah (added value). Dengan harapan, konsumen atau pengguna jasa memperoleh kepuasan. Sebab bila penggguna jasa tidak memperolah pelayanan yang baik, maka dampaknya adalah dapat merugikan organisasi-perusahaan itu sendiri.

Sebagai gambaran, bila pengguna jasa merasa puas terhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan-organisasi yang baik, maka mereka hanya akan menyebarluaskan aspek kepuasan tersebut pada orang lain sebanyak 3 orang. Akan tetapi, jika pengguna jasa tidak merasa memperoleh kepuasan layanan yang baik,  maka mereka akan menyebarluaskan pada orang lain sebanyak 11 orang.

 

Z Bambang Darmadi
Lektor Kepala, Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *