Tuesday, 20 Apr 2021


Libur Paskah, Pengunjung Umbul Brondong Melimpah, Kades Ngrundul: Kita Akan Terus Berbenah…

Suasana Umbul Brondong pada libur panjang Paskah, Minggu (4/4/2021).

WartaKita.org – Libur panjang Paskah tahun 2021 ini membawa “berkah” tersendiri bagi pengelola obyek wisata air Umbul Brondong Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten.

Jumlah pengunjung yang datang ke Umbul Bronjong kali ini melimpah. Atau setidaknya lebih banyak dari hari-hari biasanya.

Direktur BUMDes Karunia Sejahtera Ngrudul Windratno, Minggu (4/4/2021), menyampaikan, Umbul Brondong mulai dibuka pada 13 Januari 2020. Tetapi sejak 17 Maret 2020, Umbul Brondong ditutup karena pandemi covid-19.

“Setelah pandemi, Umbul Brondong mulai buka lagi pada Januari 2021 lalu. Saat itu masih sepi pengunjung. Hanya 50 pengunjung setiap hari. Pada bulan Februari sudah ada progres. Ada 200-an pengunjung setiap hari. Dan pada Maret lalu, rata-rata sudah 350-an pengunjung,” katanya.

Windratno menyatakan, pada libur panjang Paskah ini, jumlah pengunjung Umbul Brondong mengalami peningkatan yang luar biasa. Pengunjung Umbul Brondong terlihat melimpah. Karenanya, pengelola Umbul Brondong memberlakukan pembatasan pengunjung dengan sistem buka tutup dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita memberlakukan pembatasan pengunjung. Kalau di dalam (areal Umbul Brondong) sudah mencapai 350 orang, maka segera kita tutup. Kita akan buka lagi setelah sebagian pengunjung sudah meninggalkan Umbul Brondong. Pada libur panjang ini, jumlah pengunjung sampai 600 orang. Kalau dilos (dibiarkan), pengunjung bisa mencapai diatas 1500 orang. Karena itu, kita tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Dan sesuai Surat Edaran (dari Pemkab Klaten), kita lakukan pembatasan 30 persen dari kapasitas yang ada,” ujarnya.

Windratno mengatakan, pengelola Umbul Brondong menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada pengunjung. Pengunjung wajib memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer, dan mengecek suhu tubuh dengan thermogun. Kalau suhu tubuhnya 37,5 derajat, maka pengunjung tersebut diminta kembali.

“Umbul Brondong buka dari jam 06.00 pagi sampai jam 16.00 sore. Sedang harga tiket masuk (HTM) Rp5.000, parkir sepeda motor Rp2.000, dan parkir mobil Rp5.000,” paparnya.

Windratno menjelaskan, di Umbul Brondong ini tersedia wahana empat kolam pemandian untuk anak-anak, dan satu kolam untuk wahana permainan anak-anak, seperti bebek-bebekan. Juga ada wahana ayunan, putaran, prosotan, tempat untuk mencari ikan, 10 gasebo, 1 gasebo panjang yang bisa menampung 110 orang, dan sebagainya.

“Salah satu kelebihan di Umbul Brondong ini yaitu terdapat tanaman cenil atau selada air yang sudah termasuk tanaman langka. Di sini, tanaman cenil itu dilestarikan. Dan juga menurut penelitian, kadar oksigen di Umbul Brondong ini mencapai 70 persen yang sangat baik untuk kesehatan,” terangnya.

Dia menambahkan, Umbul Brondong akan tetap buka dan melayani warga yang akan melaksanakan tradisi padusan. Pengelola Umbul Brondong akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan membatasi pengunjung sebanyak 30 persen dari kapasitas. Sedang untuk HTM sama atau tidak naik.

“Untuk persiapan padusan, kami sudah koordinasi dengan Pemerintah Desa untuk keamanan. Kami ingin menambah bak penampungan air untuk kamar mandi dan MCK agar pengunjung semakin nyaman,” terangnya.

Windratno mengemukakan, pengelola Umbul Brondong lebih memilih segmen anak-anak untuk menarik pengunjung. Karena kalau anaknya ke sini (Umbul Brondong), maka orangtuanya juga akan ikut. Tetapi kalau wahananya untuk orangtua, anaknya belum tentu ikut.

“Ikon Umbul Brondong ini menjadi surganya anak-anak. Maka rencana kedepan, kita akan tambah sarana prasana. Biar anak-anak itu betah di sini. Sebab, kadang ada anak yang nggak mau diajak pulang oleh orangtuanya karena senang bermain di sini,” ucapnya.

Kades Ngrundul Wahyu Widyanarko (kanan) bersama Direktur BUMDes Karunia Sejahtera Ngrudul Windratno.

Sedang Kepala Desa (Kades) Ngrundul Wahyu Widyanarko mengatakan, semua kepala desa itu bercita-cita ingin desanya bisa mandiri secara ekonomi dan dalam hal keuangan. Pemdes Ngrundul juga ingin meningkatkan pendapatan asli desa (PADes)-nya dengan cara memberdayakan masyarakat dan sumber daya alam yang dimilikinya.

“Lha, di Desa Ngrundul ini punya sumber daya alam, yaitu Umbul Brondong, Umbul Ambles, dan Umbul Geneng. Kita manfaatkan umbul yang ada itu untuk membuat destinasi wisata, yaitu Umbul Brondong,” katanya.

Untuk itu, imbuh Kades Wahyu Widyanarko, Pemdes Ngrundul mengalokasikan dana desa (DD) untuk pembangunan dan pengembangan Umbul Brondong. Tahun 2017, Pemdes mengalokasikan dana desa sebesar Rp400 juta. Tahun 2019 Rp700 juta. Dan tahun 2020 Rp600 juta.

“Selai itu, kita juga mencari sumber lain yaitu bantuan keuangan dari kabupaten dan provinsi. Juga dengan pihak ketiga. Tujuannya agar Umbul Brondong bisa menjadi ikon desa wisata di Kecamatan Kebonarum,” tandasnya.

Wahyu Widyanarko menjelaskan, areal Umbul Brondong ini memiliki luas sekitar 10 hektar. Dan semuanya adalah tanah kas desa.

“Umbul Brondong ini menarik, karena pengunjung dapat menikmati hamparan pertanian yang luas. Pengunjung dapat menikmati view Gunung Merapi. Dengan begitu, pengunjung mendapat kelegaan,” harapnya.

Wahyu menyatakan, pihaknya akan terus membenahi sarana dan prasarana yang ada di Umbul Brondong agar pengunjung semakin nyaman.

“Kita akan tambah kamar madi. Kita akan tanam banyak pohon biar nggak panas. Dan kedepan, kita ada rencana menambah dua kolam untuk anak. Biar branding “surganya anak-anak” ini bisa diwujudkan,” tegasnya.

Suasana Umbul Brondong pada libur panjang Paskah, Minggu (4/4/2021).

Sementara itu pengunjung dari dari Kecamatan Klaten Selatan, Heri Kristianto mengatakan, dirinya tertarik datang ke Umbul Brondong ini karena ingin berekreasi dan menikmati suasana.

“Di sini itu suasananya nyaman dan menyenangkan. Pengunjung dapat berenang, bermain, menikmati view, dan merasakan kuliner yang ada. Dan juga, HTM-nya tergolong murah. Jadi sangat cocok untuk rekreasi keluarga,” ucapnya. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *