Monday, 16 Sep 2019


Kirab Adat Budaya Sura di Pandanan Gerakkan Ekonomi Desa, Tumbuhkan Keguyuban Dan Toleransi

Kirab adat budaya Sura di Dukuh Pandanan, Minggu (8/9/2019).

WartaKita.org – Kirab adat budaya Sura 1441 Hijriyah atau 2019 Masehi digelar di Dukuh Pandanan, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada Minggu (8/9/2019).

Kepala Desa Soropaten Sri Wigati dalam laporan menyampaikan, tradisi kirab adat budaya Sura ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti dialog kebudayaan, haul, wayang dakwah, pentas reog, kirab budaya, pentas wayang kulit, dan lainnya.

“Tema kirab adat budaya Sura tahun 2019 ini yaitu Membangun manusia unggul melalui seni dan kebudayaan. Karena itu, melalui kegiatan kirab adat budaya Sura ini kita ingin meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat melalui pengembangan seni dan budaya lokal yang ada,” katanya.

Kades Sri Wigati menyatakan, tradisi kirab adat budaya Sura ini sudah dilakukan sejak lama dan telah menjadi ikon wisata di Pandanan dan sekitarnya. Karenanya, pihak Pemerintah Desa, pengelola cagar budaya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat setempat terus berbenah dan berinovasi agar gelaran tradisi kirab adat budaya Sura ini semakin menarik dan dikunjungi wisatawan dari luar daerah.

“Kirab adat budaya Sura ini memberi manfaat yang luar biasa bagi warga Dukuh Pandanan dan sekitarnya. Ekonomi kreatif menjadi tumbuh. Ekonomi desa menjadi hidup. Semangat keguyuban, kegotong-royongan, dan toleransi menjadi tumbuh,” ujarnya.

Sedang Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyambut baik diadakannya kirab adat budaya Sura di Pandanan ini. Pemkab berharap, gelaran kirab adat budaya Sura ini dapat menambah wawasan kebudayaan dan mempererat tali persaudaraan.

“Kirab adat budaya Sura di Pandanan ini merupakan salah satu dari tradisi dan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Klaten yang keberadaannya akan memperkaya kebudayaan nasional. Maka saya berharap, kirab adat budaya Sura ini tidak hanya jadi tontonan saja. Tetapi juga menjadi tuntunan bagi masyarakat. Sehinggga dengan demikian, kebudayaan lokal yang ada menjadi tumbuh dan lestari, serta kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” tandasnya.

Kirab adat budaya Sura di Pandanan ini diawali dengan pemukulan gong oleh Bupati Klaten. Selanjutnya diadakan kirab mengelilingi Dukuh Pandanan sejauh sekitar 2 kilometer.

Pada kirab kali ini dimeriahkan dengan kehadiran dua kereta kencana, lima kebo bule dari Keraton Surakarta, sejumlah kereta kuda, gunungan apem, gunungan hasil bumi, reog, jathilan, drumband, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua RW yang juga Ketua Sanggar Seni Pandanan, Sri Nugroho mengaku, kirab adat budaya Sura di Pandanan tahun ini terasa lebih meriah. Jumlah pengunjung juga nampak lebih banyak dari tahun yang lalu.

“Kita bekerjasama dengan Pokdarwis dari desa dan daerah lain untuk menginformasikan dan menyebarluaskan kirab adat budaya Sura ini kepada masyarakat dan khalayak ramai. Dan nampaknya usaha itu berhasil. Kirab adat budaya Sura tahun ini terasa lebih meriah. Semoga ini menjadi momentum yang baik bagi pengembangan wisata religius di Pandanan,” harap Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten ini. (L Sukamta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *