Monday, 18 Mar 2019


Kepala TK Harus Mampu Move on, Move up, dan Move out

Peserta dan narasumber Diklat berfoto bersama.

WartaKita.org – Sebanyak 24 orang Kepala TK dan wakil Kepala TK Marsudirini mengikuti pendidikan dan pelatihan manajemen kepengelolaan, kewirausahaan, dan kepemimpinan di Rumah Retret Santo Fransiskus Muntilan, Magelang dari Jumat hingga Minggu, (15-17/2/2019).

Peserta adalah gabungan dari Suster dan Ibu guru awam yang menjabat sebagai Kepala TK dan Wakil Kepala TK Marsudirini se Jateng, DIY, dan Jabobek. Kegiatan ini diselenggarakanoleh Yayasan Marsudirini Pusat bekerjasama dengan Tim NarasumberDiklat dari Kota Solo.

Saat mengawali sesi pertama, Ketua Yayasan Marsudirini Pusat Suster M Patrice, OSF menyampaikan kebijakan PAUD Marsudirini. Suster Patrice menjelaskan, dasar penyelenggaraan pendidikan Marsudirini adalah Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan bercirikhas Marsudirini.

“Sekolah-sekolah Marsudirini dituntun dan didorong oleh tugas perutusan yang berdasar pada identitas Katolik, berakar pada nilai-nilai Injil,dan berpusat pada Ekaristi. Sekolah-sekolah Marsudirini adalah sekolah yang berkomitmen pada pengembangan iman, keunggulan akademik, dan pelayanan, serta memberikan perhatian pada kaum lemah, miskin, tersingkir dan difabel sesuai yang terjabar dalam visi Yayasan Marsudirini,” katanya.

Sedang pada sesi kedua diisi dengan materi pendidikan kewirausahaan dengan narasumber Direktur Pendidikan Lazuardi Kamila M Nasyir. Dia menyampaikan, Kepala TK harus mampu move on, move up, dan move out, serta mampu memotivasi guru lainnya agar menjadi “gurunya manusia”.

“Gurunya manusia yang dimaksud adalah guru yang bekerja berdasarkan keikhlasan, melayani, dan bekerja untuk mengaktualisasikandiri, tidak hanya menjadi sekedar guru.Seorang Kepala TK juga harus mampu menjadi pemimpin yang among (menerima, menyambut tanpa pilih-pilih), momong (mengasuh dengan memetakan potensi), dan ngemong (memberdayakan, memfasilitasi),” paparnya.

Pada hari kedua, peserta diajak memasuki tema manajemen kepengelolaan yang disampaikan oleh Master Trainer PAUD dan Parenting tingkat Nasional, Galuh Murya Widawati, SP. Dia menjelaskan, semua instrumen pengelolaan TK sudah ditetapkan sesuai standar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan perencanaan, proses kontrol, hingga evaluasi.

“Setiap Kepala TK harus bertanggungjawab mengelola lembaganya denganstrategi yang tepat,”ujarnya.

Asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan PNF Provinsi  Jawa Tengah inijuga menguraikan strategi pengelolaan, mulai dari penyusunan visi misi dan tujuan, pembuatan rencana kerja, pengadministrasian, pembiayaan, pengawasan, pelaporan, hingga penilaian kinerja.

“Kepala TK harus bekerja sesuai fungsinya, yakni sebagaieducator, manager, administrator, supervisor,  leader, inovator, interpreuner dan motivator” tegasnya.

Selepas istirahat sore,peserta mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dasar dengan narasumber dari Tim Pusat Pendidikan Topografi (Pusdiktop) TNI AD Kota Surakarta. Tim Pusdiktop mengirimkan  5 orang prajurit, yakni Pelda Dwi Supriyanto, Serka Mali Mulyono, Sertu CB Mongi, Sertu Surono dan Sertu Suparmin.

Dalam sesi malam, Pelda Dwi menyampaikan 11 azas kepemimpinan, yaitu: taqwa, ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tutwuri handayani, waspada purba wisesa, ambeg parama arta, prasaja, satya, gemi, nastiti, blaka,dan legawa.

Sesi dilanjutkan dengan praktek kepemimpinan yakni kegiatan jurit malam, dimana para peserta harus berjalan bersama kelompoknya membawa  sebuah pesan atau misi rahasia yang harus dijaga.Guyuran hujan deras sekalipun tidak melunturkan semangat para peserta.

Hari ketiga, acara masih dengan para prajurit.Peserta belajar membangun karakter disiplin, tertib, dan tunduk pada otoritas melalui kegiatan peraturan baris berbaris (PBB). Peserta juga belajar bagaimana cara berjalan atau berbaris yang benar. Mengakhiri sesi PBB, para prajurit mengajak peserta untuk berkompetisi PBB dan mengadakan berbagai game yang bertujuan membangun mental dan kekuatan tim.

Pada akhir kegiatan diklat, peserta merefleksikan semua kegiatan yang telah dilalui selama tiga hari tersebut. Sesuai dengan pesan dan harapan dari Suster Patrice, selepas dari pendidikan dan pelatihan ini para Kepala TK dan Wakil Kepala TK harus mampu mendorongpara guru untukmendampingi anak-anak didik dengan penuh tanggungjawab sehingga sikap positif mereka dapat berdampak luar biasa bagi perkembangan anak-anak.

Mari, lakukan semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Deus Providebit. (Oktaviana Sri Rejeki, Guru TK Marsudirini Surakarta)

 

1 thought on “Kepala TK Harus Mampu Move on, Move up, dan Move out

  1. Setuju, seawal mungkin anak-anak di kenalkan dengan kewirausahaan yg akan membawa dalam kemadirian ekonomi kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *