Saturday, 24 Aug 2019


Kenali Anak, Jangan Terapkan “Ukuran” Orang Dewasa

Acara parenting di SMP Pangudi Luhur Wedi, Senin (12/3/2018)

Wartakita.org – Orangtua perlu mengenali kepribadian anaknya yang sedang tumbuh remaja. Karena remaja zaman old (dulu) berbeda dengan remaja zaman now (sekarang).

Pesan ini disampaikan Dosen Universitas Santa Dharma (USD) Yogyakarta, MJ Retno Priyani pada acara parenting (pertemuan dan pendampingan orangtua) yang diikuti para orangtua atau wali murid Kelas IX SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten, Senin (12/3/2018).

Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USD Yogyakarta ini menyampaikan, orangtua perlu mengenali ciri-ciri remaja, yaitu pertama, suka berteman (baik kepada pria dan wanita). Kedua, emosinya labil (ekspresinya sering berlebihan). Ketiga, standar moral pada perilaku kelompok (pendapat teman dianggap benar). Keempat, mampu berpikir abstrak. Kelima, idealis tetapi kurang realistis, dan sebagainya.

“Para orangtua perlu mengetahui kepribadian dan “dunia” anak remaja sekarang. Karena remaja zaman old berbeda dengan remaja zaman now. Maka, orangtua akan lebih bijak bila tidak menerapkan “ukuran” orang dewasa kepada anak-anaknya yang sedang tumbuh remaja itu,” pesannya.

Dosen yang sudah mengajar lebih dari 35 tahun itu mengingatkan, situasi zaman sekarang telah berbeda. Tawaran pilihan dari “dunia luar” juga semakin beragam. Misalnya tawaran dari media sosial. “Selain berdampak positif, tentu saja, media sosial itu juga bisa berdampak negatif,” katanya.

Retno menjelaskan, dampak negatif dari media sosial itu diantaranya pertama, (orang menjadi) tidak peduli dengan sekitarnya. Kedua, kurang sosialisasi dengan lingkungan. Ketiga, berkurangnya waktu belajar. Keempat, berkurangnya perhatian untuk keluarga. Kelima, menghamburkan uang. Keenam, mengganggu kesehatan. Ketujuh, tersebarnya data pribadi. Kedelapan, rawan terjadinya perselisihan. Kesembilan, mudah menarik info yang negatif. Dan kesepuluh, bisa terlibat penipuan.

“Maka, orangtua perlu satu, menciptakan suasana rumah yang hangat dan menyenangkan. Dua, mengembangkan komunikasi antara orangtua dengan anak. Dan tiga, menanamkan nilai-nilai dan kebaikan,” ujarnya.

Karena itu, Retno mengajak para orangtua untuk tetap bersyukur. “Mengapa kita perlu bersyukur? Karena orangtua belum kebacut, belum terlanjur dalam mendampingi anak-anaknya. Masih ada peluang yang banyak. Masih banyak kesempatan untuk mendampingi putra-putri kita,” ucapnya.

Terkait, Kepala SMP Pangudi Luhur Wedi Bruder Yustinus Wahyu Bintarto FIC mengatakan, parenting ini diikuti sekitar 90 orangtua atau wali murid Kelas IX. “Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2018 ini kita adakan parenting yang berisi pendampingan remaja. Tujuannya agar para orangtua atau wali murid dapat mendampingi anak-anaknya dalam persiapan menghadapi ujian, baik ujian sekolah maupun ujian nasional yang akan datang,” jelasnya.

Dalam parenting ini juga disampaikan informasi persiapan ujian Kelas IX oleh Wakasek Bidang Kurikulum SMP Pangudi Luhur Wedi, Ch Retno. (L Sukamta)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *