Monday, 18 Mar 2019


Kembangkan UMKM, Pemkab Klaten Siapkan Dana Rp 5 Milyar Untuk Pinjaman Tanpa Bunga

Bupati Klaten Sri Mulyani saat mengunjungi salah satu stand pada pameran Ekonomi Kreatif Katen.

Wartakita.org – Sebanyak 130 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Klaten ikut ambil bagian pada pameran Ekonomi Kreatif (Ekokraf) 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop  dan UMKM) Kabupaten Klaten di RSPD Klaten selama 4 hari, 23 sampai 26 Oktober 2018.

Untuk mendorong perkembangan UMKM di Klaten, maka Bupati Klaten Sri Mulyani mengalokasikan dana sampai Rp 5 miliar untuk pinjaman tanpa bunga bagi pelaku UKM pada tahun 2019 mendatang.

Dalam sambutan, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, pinjaman tanpa bunga untuk pelaku UKM ini dimaksudkan untuk mengembangkan usahanya. Namun, karena sifatnya pinjaman, maka pelaku UKM yang meminjam dana tersebut harus mengembalikan.

“Pelaku UKM juga diharapkan berkoordinasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Klaten, Disdagkop dan UMKM Klaten, serta Bagian Perekonomian Setda Klaten,” katanya.

Bupati Sri Mulyani menyatakan, Pemkab Klaten juga siap memfasilitasi UKM di Klaten untuk mengikuti pameran yang diadakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) maupun pameran ekonomi kreatif tingkat nasional.

“Dengan mengikuti pameran ini diharapkan masyarakat luar Klaten dapat tertarik untuk berkunjung di Kabupaten Klaten guna belanja berbagai produk unggulan yang ada di Kabupaten Klaten,” harapnya.

Bupati Sri Mulyani menjelaskan, Kabupaten Klaten kaya akan potensi produk unggulan seperti batik warna alam di Desa Kebon dan Desa Jarum (Kecamatan Bayat). Sehingga jika ada pejabat dari Provinsi Jateng dan dari Pusat ke Klaten, maka oleh-olehnya cari batik di Klaten.

“Kemudian potensi lurik juga berkembang. Karena jika bicara lurik tidak ada duanya kecuali Klaten. Namun diharapkan, para perajin lurik terus berinovasi seperti membuat modifikasi lurik batik (lutik) dan inovasi lainnya sehingga produk Klaten makin diminati para wisatawan,” paparnya.

Bupati Sri Mulyani berharap, untuk pameran ekonomi kreatif yang akan datang agar diadakan tidak di hari kerja semuanya. Namun bisa dicarikan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu sehingga semakin banyak warga yang belanja di pameran ekonomi kreatif Kabupaten Klaten.

Usaha batik warna alam di Desa Jarum, Kecamatan Bayat menjadi potensi produk unggulan Klaten.

Sementara itu, Kepala Disdagkop dan UMKM Kabupaten Klaten Bambang Sigit Sinugroho dalam laporannya mengutarakan, tujuan pameran ekonomi kreatif ini untuk mempromosikan potensi produk unggulan Kabupaten Klaten. Adapun tema pameran ekonomi kreatif tahun 2018 adalah “Aku Cinta Produk Klaten”.

Bambang Sigit Sinugroho menjelaskan, pameran ekonomi kreatif ini diikuti 100 stand dengan menampilkan 130 UKM dan 20 stand kuliner. Ratusan UKM yang ikut pameran ekonomi kreatif ini berasal dari perwakilan kecamatan (setiap kecamatan menampilkan dua stand), 11 klaster menampilkan 19 stand, forum  Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan 7 stand, dan lembaga lain 22 stand.

“Adapun klaster UKM yang ikut pameran ekonomi kreatif ini yaitu klaster lurik, batik, konveksi, desa wisata, minapolitan, lereng Merapi, mebel, handycraft, keramik, cor logam, dan klaster makanan olahan,” terangnya.

Pameran ekonomi kreatif 2018 dibuka Bupati Klaten Sri Mulyani dengan ditandai pemotongan untaian bunga melati. Usai membuka pameran, Bupati Klaten Sri Mulyani meninjau berbagai stand yang disediakan dengan didampingi sejumlah pejabat Pemkab Klaten. (adv)

12 thoughts on “Kembangkan UMKM, Pemkab Klaten Siapkan Dana Rp 5 Milyar Untuk Pinjaman Tanpa Bunga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *