Saturday, 15 Dec 2018


Keberadaan Aneka Candi, Bukti Leluhur Masyarakat Klaten Orang Seni

Sarasehan kebudayaan di Gedung PGRI Klaten, Kamis (6/12/2018).

WartaKita.org – Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten mengadakan sarasehan kebudayaan di Gedung PGRI Jalan Dewi Sartika Nomor 42 Klaten, Kamis (6/12/2018).

Sarasehan kebudayaan dibuka Bupati Klaten Sri Mulyani yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten Pantoro.

Ketua Harian Wankes Klaten FX Setiawan DS melaporkan, dalam sarasehan kebudayaan ini, Wankes Klaten mengundang  sebanyak 350 peserta yang terdiri dari pengurus Wankes Klaten, pengurus Wankes kecamatan, pengelola sanggar seni budaya, serta para guru kesenian.

“Tujuan sarasehan kebudayaan ini untuk mengupas sejarah seni budaya yang ada di Klaten, termasuk peran seni budaya dalam memajukan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Klaten. Dan juga membahas seni budaya dalam memajukan potensi ekonomi daerah yang dimiliki masyarakat Kabupaten Klaten,” katanya.

Para narasumber yang tampil pada sarasehan kebudayaan ini yaitu Bupati Klaten yang diwakili Kepala Disparbudpora Klaten Pantoro dengan materi  Seni budaya Klaten maju, mandiri dan berdaya saing, Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto membawakan materi Seni tradisi dari oleh dan untuk rakyat, Ketua Umum Wankes Klaten yang disampaikan Ketua Harian Wankes Klaten FX Setiawan DS menyampaikan materi Tri karsa budaya menuju harmoni sosial, Sudarsono dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan materi Kebudayaan Jawa sebagai spirit ekonomi masyarakat, dan Deny Wahju Hidayat dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah dengan materi Sejarah Klaten dalam bingkai cagar budaya.

Bupati Klaten Sri Mulyani yang diwakili Kepala Disparbudpora Klaten Pantoro pada sarasehan kebudayaan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Wankes Klaten yang telah berhasil menyelenggarakan sarasehan kebudayaan. Sebab, Klaten yang terletak di antara kota budaya besar Jogjakarta dan Surakarta ini juga dikenal mempunyai potensi seni budaya yang adi luhung serta lestari hingga sekarang.

“Sarasehan kebudayaan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen para pelaku seni budaya termasuk Wankes Klaten selaku lembaga yang mengelola semua potensi seni budaya di Kabupaten Klaten untuk terus melestarikan seni budaya yang ada di tengah masyarakat Klaten, sehingga seni budaya dapat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri serta tidak tergerus cepatnya kemajuan teknologi,” ujarnya.

Sedang Deny Wahju Hidayat dari  BPCB Provinsi Jawa Tengah yang berkedudukan di Prambanan, Klaten dalam paparannya mengatakan, masyarakat Klaten memiliki leluhur nenek moyang yang sangat luar biasa. Buktinya, keberadaan aneka candi di Klaten seperti Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sojiwan, Candi Merak dan candi lainnya yang memiliki nilai seni tinggi telah dimiliki oleh nenek moyang Kabupaten Klaten.

“Dengan melihat ornamen yang ada di candi-candi tersebut membuktikan bahwa para leluhur masyarakat Klaten memang orang seni. Maka wajar jika di era kekinian, aneka seni budaya tradisional juga masih lestari di masyarakat. Sebut saja seni wayang, seni pedalangan, dan seni karawitan yang hampir di semua kecamatan, dan bahkan di semua desa memilikinya,” terangnya.

Sementara itu, Sudarsono dari  ISI Surakarta  menegaskan, ISI Surakarta siap menjalin kerjasama dengan Wankes Klaten dalam rangka mempertahankan dan melestarikan seni budaya tradisional. “Caranya, ISI Surakarta siap menerjunkan mahasiswanya untuk mendampingi berbagai latihan seni budaya yang dikelola Wankes Klaten seperti latihan karawitan, latihan ketoprak, latihan seni wayang dan pedalangan maupun aneka seni budaya lainnya,” paparnya. (L Sukamta)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *